Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -- Penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga dilakukan secara terencana. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menyatakan dari investigasi dan wawancara sejumlah saksi di lapangan, ditemukan indikasi tersebut.

Menurut dia, sejumlah saksi menyatakan penyerangan dan penembakan terhadap empat tahanan di Penjara Cebongan berlangsung rapi dan cepat karena hanya berlangsung selama 15 menit. Salah satu saksi melihat seorang pelaku terus-menerus melihat jam di tangannya. "Sepertinya dia menjadi time keeper alias penjaga waktu," ujar Haris dalam keterangan pers di kantor Imparsial, Ahad, 24 Maret 2013.

Sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang penjara Cebongan, Sabtu dinihari lalu. Sekitar 17 orang menerobos penjara Cebongan. Mereka memberondong empat tahanan di sel 5A. Empat tahanan itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka adalah tersangka penusukan Sersan Satu Santosa, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo's Cafe, 19 Maret lalu.

Menurut Haris, penyerangan dilakukan oleh 17 orang, tapi penembakan dilakukan satu orang. "Ini seperti operasi buntut kuda. Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran semakin sedikit," ujarnya.

Sumber Tempo yang mengetahui peristiwa itu mengatakan, saat diketahui ada 35 orang di sel 5A, salah seorang bersenjata itu bertanya di mana kelompok Deki. "Yang bukan kelompok Deki, minggir!" kata sumber mengutip pernyataan seorang pelaku. Para tahanan lalu memisahkan diri dan tersisa tiga orang. "Tanpa ampun, tiga orang itu langsung diberondong, tanpa penyiksaan," kata sumber. Setelah itu menyusul satu tahanan lagi.

Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar belum bisa memastikan apakah penyerangan tersebut terencana. “Belum ada kesimpulan, kami masih terus menganalisis fakta di lapangan,” ujar Boy kemarin. Ia mengatakan polisi telah memeriksa 45 orang berkaitan dengan insiden ini--12 orang di antaranya sipir. Simak penyerangan penjara Sleman di sini.

ANANDA BADUDU | ROSALINA | PITO AGUSTIN RUDIANA | PINGIT ARIA | SUKMA

Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Berita terkait:
Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma

Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Komentar (14)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
satu kata"HABISI SEMUA PREMAN"!
0
1
kenapa ngak pake silent operasion aja ya, habisi aja itu semua preman...ham sabodo amat lah...
0
0
Makanya jangan maen keroyok!
9
0
kekerasan ada dimana mana; dunia tidak ubahnya seperti Sodom dan Gomora. Generasi yang ada saat ini adalah generasi yang hidup ditengah tengah kekerasan sadarkah Kita bahwa Setiap kali kekerasan terjadi di sekitar kita; KASIH kita mulai menjadi TAWAR !! ; KEPEDULIAN kita mulai BERKURANG !! ; KEBERSAMAAN kita mulai HILANG !! ; KEKERASAN INI TIDAK DAPAT KITA HILANGKAN ; Karena SELURUH DUNIA SEDANG MENGHADAPINYA ; tetapi KITA Bisa MEMULAINYA dengan DIRI kita , DENGAN MENJAGA HATI; PIKIRAN DAN PERBUATAN. APABILA TUHAN mendapati TIDAK ada yang Baik pada PIKIRAN ; HATI dan PERBUATAN kita ; Maka TUHAN akan menghanguskan bumi Kita , TAnah AIr KITA . Mari Kita yang SADAR mulai dengan DIri kita Masing masing untuk MENJAGA AGAR KE 3 HAL INI DAPAT SELARAS ; KALAU HATI, PIKIRAN , dan PERBUATAN kita BAIK ; TUHAN PASTI AKAN MEMBERKATI TANAH AIR KITA , BUMI KITA. INDONESIA SEDANG MENGALAMI MASA TRANSISI ; DIMANA SEMUA PERBUATAN BAIK yang TELAH DILAKUKAN DIMASA LALU MULAI BERBUAH SAAT INI ; APABILA KITA YANG BENAR DAN PEDULI AKAN KEBERHASILAN DAN KEMAKMURAN BANGSA INI LALAI !!! DAN MEMBIARKAN KASIH KITA TAWAR OLEH KEKERASAN DISEKITAR KITA ; MAKA USAHA KEBERSAMAAN , SEMANGAT KEPAHLAWANAN: KASIH ;KEPEDULIAN yang TELAH KITA BANGUN SAAT INI ANTARA MULTI ETNIK ; BAHASA ; DAN BANGSA AKAN SIRNA. MARI KITA YANG PEDULI DAN MENGASIHI BANGSA INDONESIA < yang MENGINGINKAN KETURUNAN BANGSA INDONESIA MENJADI INSAN DUNIA YANG DIHARGAI DAN DIJUNJUNG MENGUCAPKAN KEMBALI " SUMPAH PEMUDA " SUMPAH UNTUK SATU BAHASA; BANGSA dan TANAH AIR INDONESA. HARAPAN BUNG TOMO DIMASA LALU NISCAYA TIDAK SIA SIA SUMPAH ADALAH JANJI YANG HARUS DITEPATI ; PARA LELUHUR BANGSA INDONESIA INI telAH MELETAKKAN DASAR DASAR KEBANGSAAN YANG BERJIWA TINGGI , MARI KITA SEBAGAI PENERUS BANGSA ; MENJAGA DAN MENGAWAL CITA CITA LELUHUR KITA DAN SENANTIASA MENINGKATKAN DIMASA YANG AKAN DATANG MARI KITA SUKSESKAN PEMILU 2014 ; DAN MENJAUHI SEMUA BENIH KEKERASAN YANG DIEKSPLOITASI UNTUK MENODAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA ; PANCASILA SETIAP BENTUK KEKERASAN ADALAH PERLAWANAN TERHADAP IDEOLOGI PANCASILA.
0
25
oprasi militer lg dunk... msi banyak preman di jogja nih.... kemana2 masih resah... pilih ketemu aparat ketimbang ketemu Preman..!!! HAM memang tempat aman berlindung para PREMAN..!!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X