Nasabah Bank Jatim Menangkan Hadiah 500 Juta

Nasabah Bank Jatim Menangkan Hadiah 500 Juta

Gubernur Kalimantan Selatan Bapak H. Rudy Ariffin menyerahkan secara simbolik Hadiah Utama Undian Nasional Tabungan Simpeda / Panen Rejeki BPD Periode Ke-2 Tahun XXIII-2013 sebesar Rp 500 juta kepada perwakilan dari Nasabah bank Jatim yang diundi pada tanggal 25 Maret 2013 di Banjarmasin. (TEMPO/Inforial)

TEMPO.CO, Jakarta -- Undian Nasional Tabungan Simpeda bertajuk Panen Rejeki BPD periode ke-2 Tahun XXIII-2012 sukses diundi di Banjarmasin pada tanggal 25 Maret 2013. Prosesi penarikan undian hadiah utama Tabungan Simpeda dengan hadiah Rp 500 juta untuk satu orang pemenang ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Ariffin, didampingi oleh Direktur Utama Bank Kalsel H. Juni Rif'at, Ketua Umum Asbanda Eko Budiwiyono, perwakilan dari Komite Pelaksanaan Undian Simpeda Asbanda, serta saksi dari notaris, Departemen Sosial, Kepolisian dan disaksikan oleh Komisaris dan Direksi Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia, juga oleh perwakilan nasabah Tabungan Simpeda Bank Kalsel.

Hadiah Utama Undian Nasional Tabungan Simpeda kali ini dimenangkan oleh nasabah Bank Jatim dan penyerahan hadiah secara simbolik dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan kepada perwakilan nasabah yang diwakili oleh direksi Bank Jatim. Selain itu, untuk pemenang hadiah ke-2 yang diperuntukkan bagi empat orang pemenang dengan masing-masing senilai Rp 100 juta dimenangkan oleh 1) Nasabah Bank Aceh, 2) Nasabah Bank Kalsel Cabang Kandangan, 3) Nasabah Bank Nagari, dan 4) Nasabah Bank Kalsel Capem RS Ulin. Sedangkan untuk hadiah ke-3 sampai dengan ke-8 secara merata dimenangkan oleh nasabah Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia.

Tabungan SIMPEDA atau Simpanan Pembangunan Daerah merupakan tabungan milik Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sejak 23 tahun lalu, Tabungan SIMPEDA dirancang sebagai alat pemersatu Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia. Melalui semangat kebersamaan antar BPD yang sepakat berada dalam satu wadah Asbanda atau Asosiasi Bank Pembangunan Daerah ini, Tabungan SIMPEDA diharapkan lebih dari sekedar pemersatu, melainkan juga mampu menyokong kenaikan kinerja tabungan di Bank Pembangunan Daerah dengan ragam manfaat bagi masyarakat Indonesia. Lebih dari itu melalui semangat kebersamaan dalam membesarkan Tabungan Simpeda juga diharapkan mampu memotivasi BPD-SI menuju BPD Regional Champion.

Tabungan Simpeda diluncurkan pada bulan April 1990, kemudian secara nasional terus mengalami pertumbuhan hingga di usianya ke-23 pada tahun ini. Hal ini dapat dilihat dari data Komite Pelaksana Undian (KPU) Simpeda Asbanda bahwa hingga akhir Desember 2012, jumlah penabung Simpeda BPD-SI mencapai 5.830.843 penabung tumbuh sebesar 6.22% dari periode sebelumnya (Desember 2011), yakni 5.489.533 penabung. Kemudian dari sisi nominal pada periode akhir Desember 2012 sebesar Rp 33,76 triliun atau tumbuh sebesar 15,40% dibanding periode sebelumnya (akhir Desember 2011), yakni sebesar Rp 29,26 triliun.

Jika ditilik dari pertumbuhan setiap periode Penarikan Undian Simpeda tahun 2012, pada Penarikan Undian Simpeda Periode 2 Th-XXII-2012 di Palu, Sulawesi Tengah, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2011 berjumlah 5.489.533 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 29,26 triliun. Kemudian pada Penarikan Undian Simpeda Periode 2 Th-XXIII di Banjarmasin kali ini jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2012 berjumlah 5.830.843 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 33,76 triliun.

Apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Palu sampai dengan di Banjarmasin, dari sisi penabung terjadi peningkatan sebesar 6,22% atau meningkat sebanyak 341.310 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 15,40% atau naik sebesar Rp4,51 triliun.

Panen Rejeki BPD tahun ini adalah periode ke-2 tahun XXIII-2013 dan akan digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 25 Maret 2013. Panen Rejeki BPD, sebuah program Penarikan Undian Tabungan SIMPEDA secara nasional dari Bank Pembagunan Daerah Seluruh Indonesia. Panen Rejeki BPD dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun atau diundi setiap 6 bulan sekali dan dilaksanakan secara bergiliran di BPD Seluruh Indonesia. Besarnya hadiah yang diundi total Rp 6 miliar per tahun atau 3 miliar per periode (6 bulan sekali) dengan tingkatan; Hadiah I sebesar Rp 500  juta  untuk 1 orang pemenang, Hadiah II @ Rp 100  juta  untuk 4  pemenang, Hadiah III @ Rp 50 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah IV @ Rp 5 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah V @ Rp 2,5 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah VI @ Rp 2 juta untuk 52 Pemenang, Hadiah VII @ Rp 1,5 juta untuk 104 Pemenang, dan Hadiah VIII @ Rp 1 juta untuk 345 Pemenang.

Selain diselenggarakan secara nasional, beberapa Bank Pembangunan Daerah juga menggelar Undian Lokal Tabungan SIMPEDA dengan hadiah beragam, mulai dari mobil mewah, uang tunai dan ragam jenis hadiah lainnya. Undian Lokal Tabungan SIMPEDA oleh masing-masing BPD ini merupakan upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan nasabah serta memberikan apresiasi pada nasabah loyal Tabungan SIMPEDA di daerahnya. Untuk dapat menikmati program undian ini pun sangat mudah, dengan membuka Tabungan Simpeda dan saldo minimal Rp 50 ribu sudah berpeluang untuk mengikuti program ini.

Sebagai rangkaian dari kegiatan Panen Rejeki BPD Periode Ke-2 Tahun XXIII-2013 yang dihelat di Banjarmasin tanggal 25 Maret 2013, BPD seluruh Indonesia juga menggelar Seminar dengan tema “Kebijakan Multiple License : Tantangan dan Peluang terhadap BPD”.  Seminar ini adalah bagian dari semangat dan komitmen untuk menjadikan BPD seluruh Indonesia menjadi bank yang terkemuka di wilayahnya masing-masing seperti yang tertuang dalam Komitmen Bersama BPD Regional Champion yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama, Gubernur Provinsi dan Komisaris/Dewan Pengawas dengan disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi, masing-masing BPD pada tanggal 21 Desember 2010 lalu.

INFORIAL 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan