indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Tudingan Via Facebook Soal Penyerbuan LP Sleman

Tudingan Via Facebook Soal Penyerbuan LP Sleman

Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjend (Pol) (Purn) Logan Siagian berbincang dengan Kepala Bagian Tata Usaha dan Humas Lapas Kelas II B Sleman, Aris Bimo seusai mengunjungi Lapas Kelas II B kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (28/3). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah tulisan di Facebook dengan akun Idjon Djanbi menyebar luas di media sosial. Tulisan tersebut berjudul Pelaku Penyerangan LP Sleman Adalah Aparat Kepolisian. Intinya adalah tudingan bahwa kasus penyerangan di LP Cebongan, Sleman, adalah ulah polisi yang melibatkan dua kartel narkoba di tubuh kepolisian.

Dalam paparannya, penulis dengan akun Idjon Djanbi itu menceritakan apa yang disebutnya sebagai fakta, bukti, urutan kejadian, dan tempat kejadian perkara. Disebutkan bahwa banyak fakta-fakta yang disembunyikan pihak kepolisian. Penulis juga tidak terima tuduhan yang berkembang bahwa pelaku penyerangan adalah Kopassus.

Selain menuding aparat kepolisian berada di belakang peristiwa LP Cebongan, penulis menyatakan kekecewaannya pada Komnas HAM. Pertanyaan Komnas HAM dinilai cenderung menjadi fitnah dan tuduhan tanpa bukti.

Hingga kini belum diketahui siapa orang di balik akun Idjon Djanbi ini. Sampai berita ini diturunkan, Tempo.co masih menelusuri pemilik akun ini.

Menanggapi tulisan tersebut, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siti Noor Laila menyatakan apa yang dipaparkan penulis banyak yang tidak benar. "Misalnya dikatakan bahwa penyerang sudah tahu ruang-ruang di LP Cebongan. Padahal, yang ada adalah pelaku tidak tahu ruang-ruang itu. Mereka menodongkan senjata ke petugas untuk menunjukkan ruangan tahanan yang diincar," kata Noor Laila saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Maret 2013.

Meski tidak mau menduga siapa pelakunya, yang jelas, kata Noor Laila, penyerangan dilakukan dengan perencanaan yang baik, terlatih, dan profesional. "Ini terbukti dari pelaku yang membawa senjata dan perlengkapan yang dilakukan saat menyerang," kata dia.

AMIRULLAH

Berita Terkait:

Ketua Umum Terpilih, Ibas Mundur sebagai Sekjen

Sulitnya Memburu Kepala Pengamanan Lapas Cebongan

Belanja Arloji Mewah Indonesia Bernilai Triliunan

Sleman Bersihkan Preman Usai LP Cebongan Diserbu

Dituntut Setengah Triliun, Bank DKI Siap Menggugat

Tahanan Blok A LP Cebongan Tertekan

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Nah udah ada pengakuan emang dari kopasus group 2 yg jadi pelakunya , apa kata dunia kalau aparat terlatih KOPASUS ini kelakuannya tidak terkontrol dengan tindakan brutalnya melebihi preman dan permasalahannya juga dipicu akibat tewasnya seorang tentara di lokasi kafe yg jelas itu adalah tempat terlarang bagi mereka dapat dibayangkan apabila kelakuan mereka ini dibiarkan apa yang harus dibanggakan dengan kelakuan mereka yg begini justru rakyat merasa tidak aman dan hukum pun akan sulit ditegakkan serta mandul akibat gerombolan ini, semoga dosa mereka diampuni ALLAH.SWT.
0
0
Sempat juga saya menduga persis seperti yg disampaikan idjon djanbi dan saya diskusikan dgn teman. Ternyata bukan hanya saya. Tapi baiknya menunggu hasil investigasi.
2
2
masuk akal paparan dr idjon djanbi, alibi yg sempurna karena korban anggota kopassus lgsg dimanfaatkan pihak terlatih yg lain untuk menutupi aib korps
2
0
masuk akal paparan dr idjon djanbi, alibi yg sempurna karena korban anggota kopassus lgsg dimanfaatkan pihak terlatih yg lain untuk menutupi aib korps
2
0
masuk akal paparan dr idjon djanbi, alibi yg sempurna karena korban anggota kopassus lgsg dimanfaatkan pihak terlatih yg lain untuk menutupi aib korps
Selanjutnya
Wajib Baca!
X