Kekurangan Air Bersih, Banten Bangun 2 Waduk

Kekurangan Air Bersih, Banten Bangun 2 Waduk

Dua warga membawa galon berisi air bersih menggunakan rakit dari ban ketika banjir melanda di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, Sulsel, Senin (7/1). ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten mengakui saat ini kebutuhan air bersih untuk masyarkat Banten masih kurang. Pemenuhan akan air bersih untuk warga di delapan kabupaten/kota hanya 27 persen, sementara sesuai dengan Millenium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Millenium, pemerintah harus menyediakan air bersih untuk warganya minimal 60 persen dari kebutuhan.

Kepala DSDAP Provinsi Banten, Iing Suwargi mengatakan krisis air bersih di Provinsi Banten akan teratasi jika pembangunan Waduk Karian, Kabupaten Lebak, dan Sindagheula, Kabupaten Serang terealisasi. "Keberadaan Waduk Karian dan Sindagheula selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Provinsi Banten, juga dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga DKI Jakarta," kata Iing, Senin, 1 April 2013.

Waduk Karian rencananya dibangun pada 2017. Keberadaan waduk ini juga mampu mengatasi persoalan banjir yang selalu memutus akses jalan Tol Tangerang-Merak, karena dapat menampung air cukup besar.

Kepala Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional, R Eddy Soedibyo, mengatakan harus dilakukan langkah konkret dan nyata untuk mengantisipasi kekurangan dan krisis air bersih di Banten. "Pemerintah daerah harus segera melakukan program kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan dan menggali potensi yang ada, agar krisis air bersih di Banten tidak bertambah parah," kata Eddy.

Menurut dia, sesuai dengan MDGs kebutuhan air bersih harus dipenuhi sebesar 60 persen, sedangkan saat ini pemerintah daerah hanya mampu menyediakan 27 persen saja. "Harus ada langkah cepat, agar kebutuhan masyarakat atas air bersih dapat terpenuhi," ujarnya.

WASI'UL ULUM

Berita Terpopuler:
Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan

Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak

Malam Jahanam di Cebongan

'Jangan Terpancing Cebongan Versi Idjon Djanbi'

Akun Idjon Djanbi Bisa Ubah Persepsi Publik

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X