indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pemerintah Kembangkan Kawasan Konservasi Perairan

Pemerintah Kembangkan Kawasan Konservasi Perairan

Pengunjung menikmati pemandangan laut lepas dari ketinggian di kawasan wisata bahari Tanjung Papuma, Desa Sumberejo Jember, Minggu (24/3). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, mengatakan, fokus kebijakan Kementerian saat ini adalah mengembangkan kawasan wisata konservasi.

"Sampai pada 2020, kita akan berfokus pada konservasi. Luas perairan Indonesia besar, ini yang akan kita dorong," katanya dalam diskusi bertema, "Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan untuk Pengembangan Ekonomi Kelautan", di Jakarta, Senin, 1 April 2013.

Menurut Sudirman, saat ini kawasan konservasi perairan di Indonesia mencapai 15,78 juta hektare. Pada 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan kawasan konservasi perairan Indonesia akan mencapai 20 juta hektare. Pemerintah berharap pemerintah daerah turut membantu mengembangkan kawasan konservasi perairan. "Pada level daerah, kita mengharapkan daerah untuk melakukan upaya konservasi kawasan ditambah upaya di tingkat nasional," katanya.

Sudirman mengatakan, beberapa perairan di Indonesia berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi perairan. Ia mencontohkan beberapa kawasan yang bisa dikembangkan menjadi kawasan konservasi, misalnya Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Cina Selatan. Untuk Laut Cina Selatan, upaya yang bisa dilakukan adalah mengembangkan kawasan laut di Selat Sunda.

Di Selat Makassar, kata Sudirman, pengembangan kawasan konservasi internasional harus dilanjutkan. Pengembangan Bunaken menjadi salah satu kawasan konservasi juga harus dipertahankan. "Yang masih kosong kawasan konservasi adalah Laut Jawa. Kita tengah mengembangkan di Cilacap," katanya.

Sudirman menegaskan, kawasan yang akan dijadikan kawasan konservasi laut tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek pariwisata bahari, perikanan berkelanjutan, bioteknologi, dan biofarmakologi. Tapi, ia menekankan agar dalam pengembangannya tetap memperhatikan prinsip blue economy untuk menghindari kerusakan alam.

Untuk program jangka panjang, Sudirman mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan fokus melakukan ekspansi ke beberapa kawasan. Ekspansi ini rencananya diberlakukan pada periode 2015-2019. "Ekspansi laut akan kami lakukan ke Laut Jawa, Laut Cina Selatan, termasuk Karimata dan Selat Sunda," katanya.

ANANDA TERESIA

Berita Terpopuler:
Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan

Dua Kejanggalan dalam Kecelakaan Camry Maut

Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Segera Disebar

Fitra Sebut Petinggi Polri Terima Rp 11,5 Miliar

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X