Kasus Cebongan, Senjata Kopassus Akan Diperiksa

Kasus Cebongan, Senjata Kopassus Akan Diperiksa

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjamin tim investigasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat akan memeriksa semua senjata api di beberapa markas. Termasuk senapan dan pistol milik personel Komando Daerah Militer IV Diponegoro dan Komando Pasukan Khusus di Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. "Semua diperiksa. Itu sudah pasti," kata Purnomo di kantor Kementerian Informasi, Selasa, 2 April 2013.

Tim investigasi TNI Angkatan Darat, menurut Purnomo, akan menunggu hasil uji balistik Markas Besar Kepolisian. Menurut dia, tim yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono, itu sudah berkoordinasi dengan Kepolisian. Tim ini juga akan bekerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Purnomo enggan memberi tahu perkembangan penelusuran tim investigasi. "Harapan kami, kerja tiga tim itu akan berujung pada satu kesimpulan.” Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Kepolisian, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, tim laboratorium forensik sudah menyelesaikan uji balistik. Tapi Boy enggan membeberkannya dengan alasan kepentingan penyelidikan.

Sabtu dinihari dua pekan lalu, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, disatroni belasan orang bersenjata senapan laras panjang, pistol, dan granat. Mereka menerobos gerbang penjara, menahan sipir, dan menembak mati empat tahanan. Keempatnya adalah tersangka pertikaian di Hugo’s Cafe, Sleman, 19 Maret lalu, yang menewaskan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus.

Di sel 5A, yang menjadi lokasi penembakan, ditemukan 20 proyektil dan 31 selongsong peluru kaliber 7,62 milimeter. Peluru itu diduga berasal dari senjata AK-47. Sumber Tempo yang berada di lokasi kejadian mengaku melihat ada pelaku penyerangan menggunakan FN Five-seveN, pistol yang digunakan pasukan elite di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Tapi, juru bicara kepolisian Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, mengatakan, soal adanya kemungkinan penggunaan FN 57 harus menunggu hasil uji balistik. (Lihat: Penyerang LP Sleman Diduga Pakai Pistol Pasukan Elite)

Jumat pekan lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengatakan, institusinya telah membentuk tim investigasi terkait dengan penyerbuan di Cebongan. Menurut Pramono, tim yang dibentuk berdasarkan perintah Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono itu akan menelusuri dugaan keterlibatan personel TNI Angkatan Darat. “Hasil temuan sementara tim investigasi bentukan kepolisian memperlihatkan adanya keterlibatan atau peran oknum TNI Angkatan Darat yang bertugas di Jawa Tengah,” kata Pramono. Cek info seputar serangan profesional di penjara Cebongan, Sleman, di sini.

INDRA WIJAYA | RUSMAN PARAQBUEQ | MUH SYAIFULLAH | ANTON APRIANTO | MUHAMAD RIZKI | PRAM

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas


Berita Terkait:
Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

Malam Jahanam di Cebongan
Polri Curiga Orang Sipil Terlibat Kasus Cebongan

Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
2
4
Lepas Pelanggaran HAM atau tidak, Brantas saja Preman , jaga kewibawaan institusi KOPASUS, biar masyarakat banyak juga dpt terlindungi
0
2
Ndak usah ribut soal senjata,itumah bukan FN 57 atau AK ,itu Ladeng tujuh dem.Yg jelas kalo preman itu di Rutan Plg,kami yg'bantai'.KAMI TUJAH!
3
2
Ha.ha..ha...pembodohan publik,masa senjata yang digunakan FN 57 selongsong yang ditemukan kaliber 7,62 mm ? tuh sumber tempo sebelum berada di lokasi kejadian cari2 di google dulu kali ya tuk lihat jenis2 pistol yang digunakan pasukan elit terus dihapalin nama & bentuknya wakakak.....
1
0
Pemeriksaan segala bukti dan saksi diperlukan untuk membuka kasus ini. hal ini penting agar penyelesaian kasus ini bisa segera dilakukan juga.
1
4
Sepertinya Fitnah ini di arahkan ke Kopasus, dengan menyebut ada 1 pistol jenis FN 57. Padahal senjata laras panjang yang dibawa semua penyerang tidak diungkapkan Polri, polri takut ini mengarah pada Brimob. Masa sipir penjara hapal jenis2 pistol untuk tugas khusus? dan menjadi sangat tidak tahu jenis2 senapan yang digunakan oleh aparat??? emang tahanan tahu ini dari Kopasus sampai ada yang teriak "Hidup Kopasus", ini semua cerita buat2an POLISI.
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X