indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Serbu Cebongan, Tiga Anggota Kopassus Turun Gunung


TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga dari sembilan anggota Kopassus pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan tengah mengikuti latihan militer di Gunung Lawu. Begitu mendengar kabar kematian Sersan Satu Santoso, ketiga anggota Kopassus tersebut turun gunung dan mengajak teman-temannya melakukan aksi balasan.

“Mendengar Sertu Santoso dibunuh dengan biadab, rasa jiwa korsa dan semangat membela kehormatan kesatuan muncul. Mereka mengajak teman melakukan penyerangan,” kata Ketua Tim Investigasi TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono, Kamis, 4 April 2013.

Unggul mengatakan, para pelaku turut membawa senjata-senjata yang dipakai saat latihan untuk menyerang empat tersangka penganiaya Sertu Santoso. Ada enam senjata laras panjang yang dipakai dalam penyerangan penjara Cebongan. Senjata itu terdiri dari tiga pucuk AK-47, dua pucuk senapan angin replika AK-47, dan sepucuk replika Sig Sauer.

Unggul menyatakan, penyerangan tersebut bermotif dendam. Ada sembilan anggota Kopassus yang menjadi pelaku penyerangan tersebut, semuanya berpangkat tamtama dan bintara. Satu di antaranya yang berinisial U berperan sebagai eksekutor, sementara delapan lainnya membantu aksi itu.

ANANDA BADUDU

Berita Terkait:

Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

Malam Jahanam di Cebongan
Polri Curiga Orang Sipil Terlibat Kasus Cebongan

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman||Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

Komentar (11)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
3
0
JAYA LAH TERUS TNI AD,,,, HIDUP KOPASUS,,,,,,, MERDEKA DARI PREMANISME.
0
0
HIDUP KOPASSUS.. Kami RAKYAT INDONESIA MENDUKUNGMU... Habisi itu preman sampah masyarakat..
1
3
Tambahan... bisakah kita cari solusi yang pasti, dan tidak hanya dorongan emosi untuk berantas preman? kita banyak mencemooh tp ironis banyak diantara kita juga senang pelihara preman.... ( cukong, pengusaha dan partai ironisnya bahkan aparat ). satu hal... negeri ini sangat sakit (kenyamanan) kronis dan yang dibutuhkan obat paten dan teruji.... saya pribadi sangat setuju si PETRUS... tapi dengan bumbu yang humanis...... koordinasi kuat tokoh dan masyarakat (jngn hanya retorika), jangan berikan celah dan tempat / peluang buat preman dan sejenisnya. dari mulai kluarga, Rt. dst. saya yakin bisa klo kalian benar ada keseriusan dan tindakan nyata............ saya benci dengan retorika tanpa tindakan....... jangan2 kita juga sedang melakukan aksi premanisme dg komentar2..... ayo kita mulai..!!! BRAVO KOPASUS.
1
7
Hidup......Kopassus...!!! Saya salut atas keberanianmu.... . Ada kalanya engkau harus turun markas..... karena kami tidak mampu menghadapinya..... kami tunggu engkau turun lagi dikala kami tidak mampu....menghadapi.... kami tunguu . !!! semoga pengakuan kujujuranmu , keberanianmu, memperingan hukumammu , kalau perlu di bebaskan seperti tahanan politik.....lainnya !!!
2
7
JANGAN BANYAK BACOT POLIITISI, PENGAMAT, PEMBELA PREMAN, KOMNAS, DAN SEJENISNYA, AKU TETAP MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA KOPASUS, SEBAGAI SUPORT AGAR DEDIKASINYA TERHADAP NKRI TETAP TINGGI. KARENA KITA HARUS MEMBERANTAS PREMAN. JUSTRU PENGECAM KOPASUS ADALAH PECINTA KEKERASAN TERSEMBUNYI. BACA DISINI : http://regional.kompasiana.com/2013/03/25/perselisihan-kelompok-ntt-itu-sebenarnya-bukan-dengan-sertu-heru-santosa-540340.htm
Selanjutnya
Wajib Baca!
X