Amerika Tanggapi Serius Ancaman Korea Utara

Amerika Tanggapi Serius Ancaman Korea Utara

Dua pesawat siluman F-22 Raptor bersiap terbang di pangkalan militer Amerika Serikat di Osan, Pyeongtaek, Korea Selatan, untuk latihan militer bersama Korea Selatan (3/4). AP/Bae Jung-hyun, Yonhap

TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat menganggapi serius ancaman serangan Korea Utara terhadap wilayahnya, termasuk pangkalan militer di Korea Selatan dan Pasifik, Guam.

Menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, retorika ancaman Korea Utara tak hanya ditujukan terhadap negaranya, melainkan juga kepada selutuh sekutunya di Asia-Pasifik.

"Beberapa aksi yang mereka lakukan dalam beberapa pekan terakhir ini adalah nyata dan sangat berbahaya," kata Hagel kepada para peserta diskusi di Universitas Pertahanan Nasional, Washington, Rabu, 3 April 2013.

Oleh karena itu, ujar Hagel, Amerika Serikat akan melakukan berbagai upaya untuk meredakan situasi. Pengerahan sistem pertahanan kawasan tingkat tinggi (Thaad) merupakan langkah Amerika Serikat untuk memperkuat pasukan di kawasan siap berperang menghadapi ancaman Korea Utara.

Hagel mengatakan, Pentagon siap mengirimkan bomber, jet tempur silumam, dan kapal perang. "Kami juga akan menempatkan sistem pertahanan darat ke udara, termasuk truk peluncur roket, radar pemburu AN/TPY-2, misil pencegat, dan sistem kontrol tembakan terintegrasi."

Pentagon menjelaskan bahwa penempatan sistem pertahanan ini untuk melindungi warga Amerika Serikat di Guam, teritorial, dan pangkalan militer di sana (Guam).

"Amerika Serikat tetap waspada dalam menghadapi provokasi Korea Utara dan siap melindungi wilayah negara, sekutu kami, dan seluruh kepentingan nasional kami," kata Hagel.

Korea Utara mencerca aksi latihan militer pasukan Amerika Serikat dengan Korea Selatan di wilayah Korea Selatan. Negeri komunis itu itu juga marah atas penambahan sanksi oleh PBB pada Februari 2013 lalu sebagai akibat dari hasil uji coba nuklir.

Menyusul pernyataan ancaman serangan Korea Utara terhadap pangkalan militer Amerika Serikat, Rabu, 3 April 2013, otoritas perbatasan Korea Utara menolak mengizinkan pekerja asal Korea Selatan masuk ke dalam kawasan industri Kaesong.

AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X