indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Suasana Markas Kopassus Kandang Menjangan

Suasana Markas Kopassus Kandang Menjangan

Penembak Jitu Kopassus TNI AD. Dok.TEMPO/ Santirta M

TEMPO.CO , Sukoharjo:TNI Angkatan Darat mengumumkan pelaku penyerbuan Lapas Cebongan merupakan anggota Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Grup 2 Kandang Mejangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah pengumuman itu, Tempo menyambangi lokasi tersebut.

Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan tampak lengang seperti biasanya. Aktivitas di markas yang dihuni oleh sekitar 800 anggota itu tak bisa terlihat dari luar.

Markas Kandang Menjangan tak bisa dikonfirmasi mengenai temuan TNI Angkatan Darat itu. Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Letnan Kolonel (inf) Maruli Simanjuntak sedang tidak berada di tempat. "Komandan masih berada di Jakarta," kata seorang petugas jaga pos depan berseragam Provost.

Sabtu dinihari dua pekan lalu, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, disatroni belasan orang bersenjata senapan laras panjang, pistol, dan granat. Mereka menerobos gerbang penjara, menahan sipir, dan menembak mati empat tahanan. Keempatnya adalah tersangka pertikaian di Hugo’s Cafe, Sleman, 19 Maret lalu, yang menewaskan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus. Penyerbu itu ternyata 11 anggota Kopassus.

AHMAD RAFIQ

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman|| Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas


Baca juga:
Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK

Wawancara Abraham Samad, Janji Lebih Galak

Anis Matta: Cita-cita PKS Sama dengan Walisongo

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
2
0
kalo tentara atau polisi jadi baking judi atau tempat hiburan sudah bukan rahasia lagi.tentara seperti ini tidak layak untuk mencemarkan nama baik Kopasus serta menheret kawan lain untuk membunuh dan pergi ke mahkamah militer.Petinggi tentara harus buat larangan bagi tentara untuk melakukan bisnes di luar tugas,kalko ada resiko seperti ini tidak mencemarkan nama baik kesatuan.Dah lah cukup tak cukup makan gaji saja.
4
1
Sertu Santoso mati di pub bukan di mesjid atau mushola,jelas jelas diapun ada kerja disitu,buat apa dia pergi ke pub..bukan ke masjid.
0
11
coba kalo itu semua terjadi pada teman dekat kita, teman waktu susah waktu senang, dan telah bertahun-tahun merasakan kebersamaan, pasti semua perpikir sama, tidak terkecuali. dengan cara meninggal yang tak wajar, di keroyok sampai meninggal, seperti suporter bola saja, kenapa thejak - viking, bonek - aremania, pasoepati - brajamusti, yang terus ada dendam, karena sudahmenamakan organisasi pasti sulit untuk menerima hal yang tak seharusnya di terima. maka langkah2 anggota kopassus yang menyerang para preman di LP Sleman itu sudah cukup wajar, apalagi mereka TNI yang teman seperjuangan nya mati karena ulah sekelompok preman - preman
4
0
aKU klo pulang ke Solo, dan jalan2 ke Yogya, pasti kalo melewati Kandang Menjangan (MArkas KOPASSUS) haduhhh....dari dulu juga ketika waktu aku kecil diajak jalan sama Ayahku, ternyata kesan angker di markas itu masih terasa sampai sekarang kenapa yaaaaaaa..............????
0
29
Bagaimanapun juga TNI adalah aset bangsa. Indonesia tidak akan pernah lahir tanpa BKR, TKR, PETA, TP, dll yang akhirnya menjadi ABRI, lalu TNI. Kita perlu jaga bersama aset bangsa ini. Perlu juga kita memberi hormat untuk keberanian mereka mengaku langsung dan tidak berbelit-belit. Kita perlu melihat mengapa ekses berlebihan ini terjadi, mengapa perintah atasan bisa dilanggar pada tingkat bintara dan tamtama. Kita juga tidak boleh membiarkan ada aparat yang dilawan, dibunuh, atau malah dianiaya oleh rakyat yang brutal. Kita harus saling menghormati. Jangan juga ada lagi Kapolsek dianiaya warga. Kalau brutal, mereka juga harus disikat. HAM berlaku bukan hanya untuk rakyat, tetapi HAM juga harus melindungi aparat. Kalau tidak, bagaimana kita bisa menciptakan ketertiban, kalau semua orang boleh ngamuk, bakar-bakaran, dan main bacok, sedangkan aparat dilarang menembak mereka karena HAM? Itu namanya HAM keblinger bikinan setan.
Wajib Baca!
X