indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan

Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan

Suasana penjagaan di Pintu masuk Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, (5/4). Tempo/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Investigasi TNI AD mengatakan penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, dilakukan sekelompok anggota Kopassus dari Grup-2. Dugaan awal bahwa penyerang merupakan kelompok terlatih terbukti setelah 11 anggota Grup-2 dinyatakan sebagai pelaku. Lalu, seperti apa profil Grup-2 Kopassus?

Grup-2 Kopassus sendiri merupakan bagian terpenting dari sejarah Kopassus. Sebelum 1960, Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) hanya terdiri dari empat kompi. Lantaran banyaknya basis PKI di Jawa Tengah, maka RPKAD membentuk pasukan setingkat grup. Tahun 1960, terbentuk Batalyon-2 yang terdiri dari empat kompi yang bermarkas di Tuguran, Magelang.

Batalyon-2 sempat dibubarkan pada 1964 sebelum dibentuk kembali tahun 1965 dan tetap bermarkas di Tuguran Magelang. Setelah pemberontakan PKI tahun 1965, Batalyon-2 berubah menjadi Grup-2 RPKAD yang banyak menumpas anggota PKI di Jawa Tengah.

Selanjutnya, 12 Februari 1966 Menparkoad atau Resimen Para Komando Angkatan Darat berubah nama menjadi Puspassuad atau Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat. Akibat perubahan itu, Batalyon-2 bertugas melakukan Para Komando dan Sandi Yudha. Selain itu, terjadi peningkatan dari batalyon menjadi grup yang membawahi dua detasemen tempur, yakni Den-21 dan Den-22.

Pada 17 Februari 1971, kembali terjadi perubahan nama menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha Angkatan Darat. Praktis Grup-2 menjadi Grup-2 Kopassandha. Markas pun ikut pindah dari Tuguran di Magelang ke Kartasura.

Pada Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Kopassus. Grup-2 sendiri ketika itu terdiri dari terdiri dari dua batalyon. Batalyon-21 bermarkas di Kartasura dan Batalyon-22 di Cijantung. Pada tahun 2002, grup-2 bertambah satu batalyon, yakni Batalyon-23.

Dhuaja Grup-2 sendiri berbunyi "Dwi Dharma Bhirawa Yudha" yang kurang lebih berarti 'kesatuan kedua Kopassus yang terdiri dari prajurit yang siap menghadapi perang'. prajurit Grup-2 memiliki beberapa kemampuan para komando dan intelijen.

Khusus kemampuan Para Komando, anggota Grup-2 mempunyai kemampuan masuk dan meninggalkan daerah lawan dengan kecepatan mendadak yang tinggi. Selain itu, mereka mampu menggunakan bermacam sarana dan kondisi medan yang sulit untuk melumpuhkan sasaran.

Dalam operasinya, Grup-2 mampu bertempur dengan taktik operasi Komando, Raid, Gerilya anti-Gerilya, dan mengambil bagian dalam operasi Lintas Udara, dan Amphibi. Kemampuan lain yang harus dimiliki anggota Grup-2 adalah kemampuan bela diri dari berbagai aliran. Ada Ju-jitsu, Tae Kwondo, Merpati Putih, Karate, dan lempar pisau. (Baca Lengkap: Serangan Penjara Sleman)

EVAN | PDAT | DEFENDER

Topik terhangat:
Partai Demokrat
| Agus Martowardojo | Harta Djoko Susilo  |Nasib Anas

Berita terpopuler Tempo:

Penyerang Cebongan Anggota Kopassus 

U, Kopassus Pemberondong Tahanan LP Cebongan 

Anggota Kopassus Buang CCTV Lapas Cebongan ke Kali 

Ini Peralatan Kopassus yang Serbu Lapas Cebongan 

Serbu Cebongan, Tiga Anggota Kopassus Turun Gunung

Komentar (16)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
3
12
Terlepas tentang salah atau benar tindakan yang dilakukan oleh angota Kophasus di cebongan menurut saya, pihak yg paling bertanggung jwb dlm hal ini adalah pemerintah, dimana aparat penegak hukum sdh tdk dpt dipercaya lagi, dan tdk dpt melindungi atau memberi rasa aman bagi masyarakat, terutama kami orang2 kecil yg tdk pernah dpt merasakan keadilan, karena hukum dinegeri ini sudah MATI, hanya tajam kebawah tapi tumpul keatas. Maka jangan salahkan ketika banyak yang mendukung aksi cebongan, karena masyarakat sdh lelah dg segala retorika, bualan dan segala omongan orang2 yg mengaku pintar tapi realitanya NOL, alias NATO ( no action talk only), rakyat butuh HERO, yg dpt mengayomi mereka, mereka butuh action dan bukan retorika. Kita smua tahu bahwa premanisme sdh lama mencengkeram negeri ini , baik itu preman berdasi ataupun preman jalanan, tp mana action dr pemerintah/aparat??!! tidak ada kemauan yg serius dari pemerintah/aparat utk membasmi premanisme, atau memang sengaja dipelihara karena ada bisnis yang menggiurkan disitu. Nah ketika kesabaran sdh habis dan keputus asaan mulai mendera maka akal sehat sdh tdk berlaku, rakyat butuh HERO, yg dpt melindungi mereka secara nyata dari cengkeraman premanisme, apapun itu cara yg dipergunakan oleh hero tersebut sudah tdk lagi penting , apakah cara itu sesuai dengan aturan hukum yg berlaku atau tidak. Rakyat hanya menginginkan ada jaminan keamanan bagi mereka dalam kehidupan mereka. Akhirnya izinkan saya bertanya, apakah hukum masih ada di negeri kita tercinta ini , apakah rakyat masih merasakan keadilan hukum di Indonesia? HUKUM RIMBA terkadang sangat dibutuhkan ketika HUKUM TINTA sudah menjadi ladang orang, salam KORSA.
2
3
Disaat penyelesaian secara manusiawi tidak ditanggapi (umumnya preman telat menangkap makna manusiawi ---> padahal ini landasan yang dikampanyekan KomnasHAM) maka apapun alat/senjata yang paling dekat bisa dimanfaatkan itulah yg bicara. Premanisme tidak akan pernah mati maka jalan satu-satunya lawan premanisme sampai mati, masyarakat resah karena premanisme.. siapapun yang bermotif melenyapkan premanisme sudah bisa dipastikan ada di hati masyarakat, dan siapapun yg memelihara premanisme sudah pasti musuh masyarakat, saat ini kebetulan Kopassus yang hadir melenyapkan preman, itu.... pilihan rakyat
7
3
Pasukan Komando atau Kopassus menyerang penjara sipil dg kekuatan militer, wah keterlluan. Kopasus perlu belajar dari Yon Armed OKU, serangan komandonya terorganisir, rapi, dan dapat menghancurkan markas Polres, tanpa membawa senjata api, cukup pisau komando dan tangan kosong. Kopassus perlu berlatih banyak, jangan cuma korsanya yang dibesar-besarkan, kualitas pasukan ditingkatkan.
3
13
Jangan lupa hak2 istri alm Serka Heru Santoso yg saat ini hamil tua jg telah telah dirampas para biadab2 itu.Hak belaian,hak kasih seorang swami telah 'direnggut' para biadab2itu.Begitu jg hak'bangga'org tua korban tinggal bayang2,yg ada hanaya sebuah potret kebesaran yg masih terpampang2didinding rumah.
4
6
Hidup......Kopassus...!!! Saya salut atas kebenarianmu.... . Ada kalanya engkau harus turun markas..... karena kami tidak mampu menghadapinya..... kami tunggu engkau turun dikala kami tidak mampu....menghadapi.... kami tunguu . !!!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X