Beredar, Pesan Berantai Dukungan untuk Kopassus

Beredar, Pesan Berantai Dukungan untuk Kopassus

Ratusan anggota Forum Komunikasi Masyarakat Nusa Tenggara Timur (FKM-NTT) se-Malang menyalakan lilin saat melakukan aksi mengecam dan mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan 4 tahanan Lapas Cebongan, Sleman di depan Museum Brawijaya, Malang, Jawa Timur (27/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pesan berantai berisi dukungan terhadap Kopassus melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan BlackBerry Messenger beredar setelah tim investigasi TNI AD mengumumkan 11 anggota Kopassus sebagai pelaku penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman.

Pesan berantai yang menganggap Koppasus berjasa karena menumpas preman muncul sejak Jumat malam, 5 April 2013. Pesan pada tanggal itu mengatasnamakan masyarakat Yogyakarta. Dalam pesan itu muncul kalimat mengapresiasi tindakan 11 parjurit Kopassus yang mengakui penyerangan di LP Cebongan.

Pesan berantai muncul kembali pada Sabtu, 6 April pukul 12.41. Pesan yang mengatasnamakan pemuda Yogyakarta menganggap Kopassus berjiwa kesatria karena telah membunuh preman. Dalam pesan ada ajakan terhadap masyarakat Yogyakarta untuk melakukan aksi dukungan terhadap Koppasus esok hari, Ahad, 7 April 2013 di kawasan Tugu Yogyakarta. Kedua pesan berantai tidak dilengkapi dengan identitas lengkap atau nama pengirim.

Sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa NTT, Daniel Dama Ledo, mengatakan label atau stigma preman melalui pesan berantai tidak adil karena keempat tahanan itu belum menjalani proses hukum. Pesan yang beredar itu menggambarkan preman seolah-olah pantas dibunuh di rumah negara. "Mereka kan sudah dihabisi. Belum puas menghabisi, masih dilabeli dengan sebutan preman. Ini tidak adil," kata Daniel kepada Tempo, Sabtu, 6 April 2013.

SHINTA MAHARANI

Berita lainnya:
Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan
SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria
Mabes Polri Copot Kepala Polda Yogyakarta
Karier Messi Terancam Berakhir?

Komentar (36)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Komnas Ham, Kontras, imparsial…..!! Anjing imperialis, begundal barat, sampah ,bangkainya NKRI…. semoga Alloh mengazab mereka… klo tentara yg membunuh anggota GAM, OPM, melanggar ham. padahal meskipun mereka sipil tapi bersenjata dan separatis. tapi ketika ada marinir lagi sholat ditembak bukan pelanggaran HAM….!! dasar KOMNAS HAM pesanan barat, pantas kalian membusuk dikolong neraka… hanya demi semangkuk gandum imperialis…..!! SAya rakyat Indonesia mendukung TNI, bravo TNI, Bravo KOPASSUS….!! ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR……
0
1
Jika pihak TNI dan Polri yang bertindak banyak yg cari muka dan sok mencari kebenaran,,,tapi jika orang yg ntah brantah dan tak jelas mereka diam dan pura-pura tidak tahu,,,HAM macam apa yg mau di tegakkan? penegakkan HAM masa tebang pilih? anggota Kopassus di bantai KOMNAS HAM kemana?
0
2
jiwa korsa mereka sangat kuat, mereka tidak bisa melihat temannya dibantai secara biadab oleh orang orang yang nota bene dikenal sebagai preman. tapi mereka ksatria mereka berbuat dan mereka bertanggung jawab dengan mengaku sebagai pelaku pembantaian. semua dimulai dari oknum preman dan wajarlah kalau preman mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatannya
7
0
emosi dan perasaan mengunci akal sehat. - apakah ke 4 korban itu sdh diadili dan mereka bersalah? - boleh jadi hanya 1 atau 2 orang yg terbukti bersalah - kesombongan militer, mendahului peradilan, negara hukum apa ini?
3
5
media berita metro tv, tempo , komnas ham dll..jangan menambah2i,memanas2i situasi. mau kl kalian di culik sama kopassus?? saya warga negara RI setuju dgn tindakan KOPASSUS. BRAVO TNI
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X