Kisah Mushadi, Sang Penjaga Kamar Mayat

Kisah Mushadi, Sang Penjaga Kamar Mayat

Ilustrasi Mayat

TEMPO.CO , Jakarta:Mushadi lagi libur. Ia tidak mendapat panggilan dari Rumah Sakit Bhayangkara TK. I. R. Said Sukanto sejak pagi. Pekerjaannya adalah menjaga dan memandikan mayat. Pekerjaan itu menjadi bagian hidupya selama 30 tahun. Meski pensiun sebagai pegawai rumah sakit pada 2002, ia tetap diperbantukan hingga sekarang, karena pengalamannya.

Sebelum menjadi penjaga mayat, pria kelahiran Yogyakarta ini merupakan pegawai serabutan di rumah sakit itu sejak 1968. Mulai dari jadi tukang sapu sampai tukang parkir ia jabani. Beberapa tahun kemudian barulah Mushadi dekat dengan bau formalin dan kapur barus.

Selama menjadi penjaga kamar mayat, segudang pengalaman dialaminya. Yang paling berkesan tentu saja ketika dirinya memandikan jenazah dua teroris ternama: Dr Azhari dan Nurdin M top beberapa tahun lalu. Awalnya, ia tidak percaya menangani jenazah mereka, yang selama ini ia lihat di layar kaca."Jenazahnya dingin dan sudah membusuk," ujarnya.

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X