Berbagai jenis sepatu dari kain sutra ditawarkan oleh Ewakoshop pada pameran Femme 2013 di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (4/4) lalu. TEMPO/Farid Wajdi

Berbagai jenis sepatu dari kain sutra ditawarkan oleh Ewakoshop pada pameran Femme 2013 di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (4/4) lalu. TEMPO/Farid Wajdi

Sutra Sengkang Bikin Sepatu Kasual Jadi Mewah

TEMPO.CO, Makassar - Ciri khas corak sutra yang bergaya etnik, lengkap dengan warnanya yang cerah, memberikan kesan mewah bagi penggunanya. Namun apa yang terjadi jika sutra digunakan sebagai bahan dasar sepatu?

Ternyata hasilnya tak kalah menarik. Penggunaan motif-motif sutra Sengkang untuk sepatu memperkaya pilihan sepatu kasual Anda. Perpaduan antara unsur etnik dan sutra membuat sepatu kasual itu menjadi mewah.

Diandra Sabrina, 24 tahun, bersama empat temannya, menjajal kain sutra untuk dijadikan bahan dasar sepatu. Mereka menyulap kain sutra yang terkesan glamor menjadi sepatu-sepatu yang lebih santai dan kasual. Beby--sapaan akrab Diandra--mengatakan sengaja melepaskan kesan formal kain sutra agar bisa diterima semua golongan.

“Kami menyasar kalangan muda. Karena itu desain dibuat kasual dan tidak terlalu formal,” ujar Beby. Model yang simpel tapi tetap terlihat elegan cocok dipadupadankan dengan pakaian apa pun yang akan Anda kenakan. Sepatu loadfers, misalnya, dipadu dengan kain sutra bercorak warna putih-merah. Ada juga sepatu bercorak biru yang dipadu dengan kain jins dan dibuat sedikit tinggi untuk memberikan kesan lebih feminin.

Beby bersama kawan-kawannya mulai membuat sepatu berbahan dasar sutra pada 2010 dengan menggunakan bendera Ewako. Ide pembuatan sepatu ini, menurut dia, muncul karena pada 2009 berbagai jenis motif etnik mulai menjadi tren. Hanya saja, motif batik masih mendominasi. “Lalu kami mencoba membuat sepatu dari kain sutra. Ternyata hasilnya tidak kalah bagus,” ujarnya.

Beby dkk nyaris tak menemui hambatan dalam membuat berbagai macam sepatu berbahan sutra, karena mereka memang senang mengoleksi sepatu. Modal bisnis sepatu diperoleh dari program lomba wirausaha di kampus mereka. Setelah menjadi pemenang, Beby dan kawan-kawan mulai serius menjalankan bisnis sepatu Ewako, yang hingga kini sudah memasuki tahun keempat.

Model sepatu simpel ala Ewako ini nyaman dipakai sehari-hari. Dalam memilih sepatu, alasan ingin bergaya optimal tidaklah cukup. Anda juga harus memperhatikan kesehatan kaki. Kaki merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran berharga dan penting bagi manusia. Sebagai alat gerak dan penopang tubuh manusia, kaki membutuhkan sepatu yang kuat, cantik, dan tentu saja sehat.

Kesehatan kaki tentu dipengaruhi oleh bahan sepatu yang digunakan. Alasan itulah yang membuat Beby memilih kain sutra asli dari Kabupaten Wajo, tepatnya dari pedagang di Makassar. Motif yang dipakai masuk kategori umum, seperti halnya kain-kain sutra yang digunakan untuk sarung ataupun paduan baju bodo, baju adat khas perempuan Bugis-Makassar.

“Ke depan, kami akan memesan sendiri motif yang hendak kami pakai untuk sepatu, karena sebenarnya motif sutra yang sekarang terlalu besar dan tidak terlalu cocok untuk sepatu,” kata Beby.

Sayangnya, poses produksi sepatu dilakukan di Jawa. Sebab, menurut Beby, hasil pengerjaan sepatu di Makassar belum terlalu bagus. Namun, dalam waktu dekat Ewako akan mengadakan workshop agar kelak sepatu sejenis juga bisa diproduksi di Makassar.

Model sepatu produksi Ewako beragam, dari sepatu semiformal tipe loafers, wedges, high heels, hingga flat shoes. Produk tersebut dibanderol Rp 200-245 ribu per pasang. Nah, yang juga unik dari sepatu sutra ala Ewako ini, setiap model dan motif sepatu hanya dibuat satu seri, dengan ukuran 36-40.

Saat ini, Ewako sudah mempunyai pelanggan hampir dari seluruh wilayah Indonesia. Sepatu ini tidak dijual melalui toko atau gerai seperti toko sepatu pada umumnya. Sistem pembelian dilakukan dengan cara online. Pembeli dapat melihat ragam model sepatu yang ditawarkan melalui akun Facebook Sepatu Sutera dan Twitter @ewakoshoes.

Ewako juga kerap hadir dalam pergelaran dan pameran, seperti acara Female on the Move (Femme) kedelapan, yang berlangsung 3-7 April di Hotel Grand Clarion Makassar.

HIMAS PUSPITO PUTRA

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

Berita terpopuler lainnya:
Beredar, Video Tari Bugil Pelajar di Bima
Mengintip Restoran Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Bantah Mengendus Penyerang LP dari HP

Pangdam Diponegoro Serahkan Jabatan Besok

Pilkada Palembang, Romi - Harno Unggul Sementara