Banyuwangi Bangun Shelter Tsunami

Banyuwangi Bangun Shelter Tsunami

Para pengungsi korban tsunami bersiap pindah dari barak penampungan di Desa Ulee Lheue, Banda Aceh, (20/1). BRR NAD-Nias memindahkan sebanyak 80 KK dari rumah shelter (sementara) dan 20 KK dari barak ke rumah permanen setelah empat tahun lebih di pe

TEMPO.CO, Banyuwangi - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Achmad Wiyono, mengatakan tahun ini pihaknya akan membangun tempat pengungsian (shelter) tsunami di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Menurut Wiyono, anggaran pendirian shelter berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebesar Rp 10,7 miliar. "Lokasinya kita pilih di daerah perbukitan," kata dia kepada wartawan, Rabu, 10 April 2013.

Dusun Pancer dipilih karena korban jiwa akibat tsunami 2 Juni 1999 lalu di daerah itu paling besar dibandingkan dengan daerah lainnya. Pancer berdekatan dengan laut selatan, jaraknya sekitar 80 kilometer arah selatan Kota Banyuwangi.

Menurut Wiyono, shelter dibangun dengan kualitas tahan gempa dan didesain dapat menampung sekitar 2.000 jiwa. Penduduk Dusun Pancer sendiri berjumlah 2.500 jiwa.

Tak hanya itu, shelter juga dilengkapi sistem peringatan dini tsunami. Sehingga bila sistem peringatan dini berbunyi, warga bisa segera menyelamatkan diri menuju shelter. Selain Pancer, kata Wiyono, daerah rawan tsunami tersebar di 40 desa. Desa-desa itu berada di sepanjang 175 kilometer garis Pantai Banyuwangi.

IKA NINGTYAS

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X