Pejabat DKI Mundur, Meninggalkan Jokowi

Pejabat DKI Mundur, Meninggalkan Jokowi

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

TEMPO.CO, Jakarta--Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin menyatakan mundur dari jabatannya. "Saya sudah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Gubernur Joko Widodo," kata dia di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis, 11 April 2013.

Burhanuddin mengatakan pengunduran dirinya tidak terkait persoalan dengan Gubernur Jokowi—sapaan Joko Widodo. Dia mengaku tidak memiliki masalah dengan kebijakan Gubernur saat ini. Keputusan mundur diambilnya lantaran ingin mengajukan diri sebagai calon legislator.

Burhanuddin mengungkapkan bakal maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta lewat Partai Gerindra. "Saya mau mengabdi karena Juli nanti bakal masuk masa pensiun," katanya.

Burhanuddin menyatakan sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai wali kota pada Senin lalu. "Saya, Senin (15 April 2013), rencananya bakal bertemu gubernur dan pamitan dengan seluruh satuan kerja perangkat dinas lainnya," kata dia.

Sekretaris Kota Jakarta Barat Rustam Effendi menyatakan sudah mengetahui adanya rencana pengunduran diri Burhanuddin. Nantinya, dia mengatakan, tugas wali kota bakal dijalankan oleh seorang pelaksana tugas. Wakil Wali Kota Jakarta Barat Sukarno tidak bisa diserahi tugas itu karena sudah memasuki masa pensiun juga pada 1 April lalu. "Jadi harus ada Plt karena jabatan itu tidak boleh kosong," kata Rustam sambil menambahkan, pejabat pelaksana tugas bakal ditunjuk langsung oleh Gubernur.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Panjaitan juga mengundurkan diri dari jabatannya per Senin lalu. Alasan yang diajukannya mirip, yaitu hendak mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.

"Saya mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sehingga otomatis harus meninggalkan jabatan sebagai Sekda," katanya, Selasa lalu.

Fadjar mengaku sudah diterima menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada akhir Maret lalu. Fadjar yang juga mantan Wali Kota Jakarta Barat membantah anggapan bahwa dia mengundurkan karena tak cocok dengan pasangan pemimpin DKI Jakarta yang baru.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah membenarkan adanya pengunduran diri Fadjar. Dia mengatakan, posisi Sekretaris Daerah untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas Wiriatmoko, yang menjabat Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup.

Jokowi juga telah menanggapi secara khusus soal mundurnya Fadjar. Dia mengaku tak risau. "Santailah," kata dia.

Seperti diketahui, Gubernur Jokowi dan wakilnya melakukan sejumlah gebrakan sejak memimpin Ibu Kota pada Oktober lalu. Mereka antara lain mencopot dan memutasi beberapa pejabat. Belakangan, jabatan lurah dan camat dilelang.

DIMAS SIREGAR | ANGGRITA DESYANI | ADITYA BUDIMAN | WURAGIL

Topik Terhangat:
Sprindik KPK
| Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita lainnya:

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers
Spanduk Pro-Kopassus Bertebaran di Yogyakarta
Aktif di Twitter, Ini Pesan Anggota DPR untuk SBY
Pargono Terus Meneror, Asep Hendro Pasrah

Komentar (12)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
1
hi hi makin sulit korupsi ya? jadi pada mundur ajalah...tak apa tuu pak gub, ;pak wagub..maju terus, biar yang kotor-kotor nyingjkir sendiri, kita perlu jakarta bersih!,
0
5
baguslah, kalo bisa semua deadwood di habisin aja.... pinter juga mereka, udh tau kalo 3 bulan lagi pensiun gak bakalan diperpanjang, mendingan mundur dan nyaleg siapa tau masih bisa jadi dpr/d yg terima duit gak ada kerjaannya. pas jadi pemda dki/walikota juga gak ada kerjaannya cuma terima duit, jadi tetap nyari kerjaan yg sama yg gak kerja tapi terima duit :-)
0
1
Baguslah...yang muda jadi punya kesempatan....
0
0
Judul beritanya, gak bertentangan dengan isi berita. Ternyata mundur buat alih profesi. dari eksekutif ke legislatif. Berikan kesempatan pada yuniornya.
0
2
Bagus lah. Diganti dengan yang masih energetik, bersih dan peduli.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X