Tiga Skenario Megawati di Bursa Capres 2014

Tiga Skenario Megawati di Bursa Capres 2014

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Joko Widodo menghadiri acara Pemantapan Tiga Pilar Partai di GOR Jatidiri Semarang, Senin (1/10). TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO , Jakarta: PDI Perjuangan hingga kini belum memutuskan sikap dalam menghadapi pemilu 2014. Berbeda dengan beberapa partai seperti Golongan Karya, Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Amanat Nasional yang sudah menyiapkan kandidat calon presiden, PDIP masih bungkam. Partai Demokrat, meski belum menetapkan nama calon presiden, sudah mulai mengumumkan metode penjaringan calon presiden.

Direktur Eksekutif Pol Tracking Institue, Hanta Yuda AR mengatakan, sikap diam PDIP lantaran hingga kini Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri masih belum bimbang. "Masih ada tiga kemungkinan yang bisa saja tengah dipertimbangkan Mega," kata Hanta di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Selatan, Ahad, 14 April 2013.

Tiga skenario yang mungkin diambil PDIP, menurut Hanta adalah tetap mencalonkan Megawati sebagai calon presiden seperti pemilu 2004 dan 2009 lalu. Skenario kedua memasangkan Megawati dan Gubernur DKI, Joko Widodo sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Jokowi dinilai bakal mendongkrak elektabilitas Mega dalam Pilpres nanti.

Namun skenario kedua ini, kata Hanta sangat kecil bisa dilaksanakan. PDIP baru bisa mengusung satu pasangan calon sekaligus bila melebihi batas ambang pencalonan yaitu perolehan suara minimal 25 persen atau perolehan kursi minimal 20 persen.

Skenario ketiga adalah dengan memajukan satu calon alternatif. Saat ini calon yang paling potensial untuk diusung Mega adalah sosok Gubernur Joko Widodo. "Tapi semua skenario ini bergantung pada sinyal bu Mega." (Baca: Survei Jokowi Kandidat Kuat Capres 2014)

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
sampai saat ini belum ada figur capres yang lebih baik dari Jokowi
13
9
JAKARTA MASIH SEMRAWUT .. BANJIR TAMBAH PARAH ...PENGGUSURAN MASIH TERJADI ... BANYAK WARGA MISKIN MENINGGAL KRN TDK BISA BEROBAT .. BANYAK PENGURUS TERAS PEMERINTAHAN YG MENGUNDURKAN DIRI ... BAHKAN LURAH CAMAT MAU DIMERAHKAN SECARA SEPIHAK ... MENURUT SAYA BELUM MENUNJUKKAN PERUBAHAN DAN LEBIH TERKESAN PENCITRAAN MEDIA DIMANA SETIAP JOKOWI KEMANA GITU TERUS ADA YG MENGOMANDO AYO AYO SALAMAN ... SEPERTI SUDAH DI SKENARIO .. TAPI KAN CUKUP LIHAT KENYATAANNYA SAJA ... BANJIR MASIH ADA ... PREMANISME SEMAKIN MENJADI .. PELECEHAN SEKSUAL DIMANA MANA ... LALULINTAS MASIH MACET TOTAL ... DAN GUBERNURNYA MASIH SIBUK KAMPANYE PDIP DIMANA MANA SEPERTI SBY YG SIBUK TWITTERAN DAN NGURUSIN PARTAI DARI PADA NGURUSIN NEGARA .. DAN KEDUANYA SAMA YAITU MBAYARI MAJALAH TEMPO UNTUK POPULARITAS DAN MENYERANG LAWAN POLITIK
0
2
Lebih baik pak JK aja yang diusung jadi presiden, pak Jokowi bisa jadi wapres dulu, biar belajar karena musuh2nya pasti bejibun yang terusik kepentingan fulusnya. HARUS DIINGAT parte lawan Jokowi ini DIDUKUNG kekuatan intel dr luar negeri jadi sangat kuat karena parte lawane Jokowi yaitu Bemokrat sangat welas asih sama kepentingan luar negeri!
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X