Sumut Tempat Pelanggaran Terparah Ujian Nasional

Sumut Tempat Pelanggaran Terparah Ujian Nasional

TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti memaparkan berbagai temuan pelanggaran ujian nasional sekolah menengah atas. Temuan terparah terdapat di Sumatera Utara. Di sana ditemukan adanya pelanggaran di 23 kabupaten dan kota. Di antaranya adalah Langkat, Mandailing Natal, Simalungun, Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan Medan.

Pelanggaran itu terdiri dari kecurangan dan juga kekacauan penyelenggaraan ujian. "Misalnya ada daerah yang siswanya membayar sejumlah biaya kepada oknum yang mengaku bisa menyediakan kunci jawaban," ujar Retno di Jakarta, Selasa, 16 April 2013. (Baca juga: Kunci Jawaban Ujian Nasional Beredar di Solo)

Kunci jawaban rupanya tidak hanya disediakan bagi yang berduit. Menurut Retno, ada laporan yang menyebutkan di beberapa wilayah di Sumatera Utara, guru turut membantu memberikan kunci jawaban bagi siswa kurang mampu. "Makanya temuannya paling parah dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, siswa dengan berbagai tingkat ekonomi bisa memperoleh kunci jawaban."

Adapun pelanggaran lainnya terjadi karena kekacauan sistem penyelenggaraan. "Contohnya di Kabupaten Simalungun. Ketika amplop soal ujian Bahasa Indonesia dibuka, ada beberapa lembar soal Bahasa Inggris. Berarti ini sudah bocor sejak lama," ujar Retno.

Pelanggaran lainnya adalah sejumlah sekolah yang kekurangan lembar soal. "Di SMK Istiqlal Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, jumlah soalnya hanya cukup untuk satu kelas. Akibatnya, siswa dari tiga kelas lainnya harus menunggu lembar soal dan jawaban untuk difotokopi".

Lamanya waktu menunggu ujian yang memakan waktu hingga lima jam membuat siswa gelisah. "Ini menyedihkan karena soal harus difotokopi. Ketika ujian mereka sudah hilang konsentrasi," ujar Retno.

Kata Retno, kondisi itu membuat penyelenggaraan ujian semakin kacau. "Apakah bisa, lembar jawaban kertas fotokopian itu terdeteksi oleh komputer?" ucapnya.

Dia khawatir permasalahan teknis tersebut akan mengorbankan siswa. "Saya malah khawatir siswa tidak lulus ujian karena jawabannya tidak bisa terdeteksi oleh komputer."

Data FSGI menyebutkan adanya temuan pelanggaran ujian nasional di tujuh provinsi lainnya. Provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Riau, dan Sumatera Barat. (Baca berita-berita tentang ujian nasional DI SINI)

SATWIKA MOVEMENTI


Berita lainnya:
VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston
Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York
Kata Saksi Bom Boston
Ini Dia Vicky Vette si Penggoda Akun @SBYudhoyono

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
PENUNDAAN UJIAN NASIONAL itu UNTUK MEMBERI KESEMPATAN kepada TUKANG PEMBUAT KUNCI JAWABAN - sebab MENTERI PENDIDIKAN, GURU2, dan ORANGTUA INGIN AGAR SISWA LULUS 100% - sebab UKURAN keberhasilan DEPARTEMEN ini adalah TINGKAT KELULUSAN - Tetapi TUKANG pembuat KUNCI JAWABAN PALSU pun IKUT beraksi - INILAH DUNIA KECURANGAN ciptaan DEPARTEMEN PENDIDIKAN
0
0
Hapuskan UN (ujian nasional) - Cukup Ujian Sekolah - Toh Kurikulum sudah Berlaku sama secara Nasional - Masuk Perguruan Tinggi kan Ujian Lagi - Masuk Kerja juga Ujian Lagi - Kini Siswa SD sampai SMU hanya sibuk kerjakan soal UN - Ikut Bimbingan Belajar pun hanya Kerjakan soal UN - ikut Les Privat juga utak atik SOAL UN - maka siswa kapan belajar ilmu pengetahuan - UN hanya menciptakan siswa yang belajar berlaku CURANG - siswa STRESS - orangtua STRESS - pemerintah pun STRESS - siswa belajar KORUPSI dengan dimulai dari NYONTEK bahkan NYONTEK MASAL - itu belajar korupsi berjemaah - bahkan guru pun ikut CURANG - sebab INGIN sekolahnya lulus 100% - MAKA HAPUSKAN UJIAN NASIONAL INI
Wajib Baca!
X