Pertamina 'Bangun' Rumah Kalimantan di Houston

Pertamina 'Bangun' Rumah Kalimantan di Houston

Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Houston — Satu hari menjelang pembukaan 17th International Conference & Exhibition on Liquefied Natural Gas (LNG 17) yang berlangsung di Houston, Amerika Serikat, PT Pertamina (Persero) telah merampungkan pembangunan stan.

Berbeda dengan ratusan perusahaan gas yang ikut acara itu, Pertamina menampilkan nuansa Indonesia dengan mendirikan rumah adat Kalimantan Timur sebagai bangunan utama boot. Tempo, yang turut hadir di sana, menyaksikan stan Pertamina terlihat paling unik.

Menurut Manager Brand Pertamina Agus Mashud Asngari, konsep rumah Kalimantan sengaja dipilih untuk menarik perhatian pengunjung yang hadir dalam perhelatan tiga tahunan ini. Rumah adat sekaligus menampilkan cita rasa Indonesia di kota minyak terbesar di Amerika Serikat ini.

Dia menambahkan, rumah adat Kalimantan dipilih juga karena Pertamina memiliki ladang gas terbesar di Bontang, Kalimantan Timur. “Meski, kami juga menampilkan ornamen-ornamen adat daerah lain di Indonesia,” katanya Senin malam waktu Houston, Amerika Serikat.

Tak hanya rumah adat yang ditampilkan. Dalam empat hari pelaksanaan ekspo, stan Pertamina juga akan menyajikan tarian daerah di sela-sela pameran. Tarian yang akan disajikan itu adalah tari Merak, Jaipong, dan Yapong. “Ini diharapkan bisa semakin menarik pengunjung datang,” katanya.

Selain menjadi peserta eksibisi, dua pejabat Pertamina juga akan menjadi pembicara dalam konferensi gas yang dihadiri wakil-wakil perusahaan LNG seluruh dunia. Vice President Technology Direktorat Gas Pertamina Daniel Syahputra Purba akan memberikan materi tentang perkembangan pembangunan proyek Arun, di Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan Vice President VP Strategic Planning and Business Development Direktorat Gas PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani memaparkan tentang program pemanfaatan small scale LNG di kawasan Indonesia Timur.

SETRI YASRA I HOUSTON

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X