indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kardus Air Mineral Disangka Naskah Ujian Nasional

Kardus Air Mineral Disangka Naskah Ujian Nasional

Seorang pegawai dari dinas pendidikan Sulsel melakukan penyortiran paket bungkusan naskah soal-soal Ujian Nasional yang siap didistribusikan ke 24 kabupaten dan kota, di gudang penyimpanan soal di Makassar, Selasa (16/4). Tertundanya pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK dari Senin (15/4) menjadi Kamis (18/4) disebabkan adanya masalah percetakan sehingga pendistribusian lambat. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kekacauan dalam pendistribusian naskah ujian nasional terus terjadi. Selain amplop naskah ujian yang tertukar, Komisi Nasional Pendidikan mendapatkan laporan adanya kardus kemasan air mineral yang terkirim dan disangka naskah ujian nasional.

Ketua Komisi Nasional Pendidikan Dimas Deddy mengatakan kejadian tersebut terjadi di salah satu sekolah di Mataram, Nusa Tenggara Barat. ”Setelah sampai di Mataram, dibuka ternyata isinya air mineral,” kata Dimas saat dihubungi Jumat, 19 April 2013. Namun, Dimas tidak bisa menyebutkan secara persis lokasi kejadian terkirimnya kardus air mineral yang dikira naskah ujian itu. "Laporan itu kami terima dari mahasiswa di Mataram."

Menurut Dimas, penyebab kekacauan ini adalah pengepakan yang tergesa-gesa. Setelah dibungkus dan dipak, kata dia, seharusnya kardus diperiksa kembali sebelum didistribusikan. Inilah, dia melanjutkan, yang menyebabkan banyak kasus amplop tertukar, misalnya, di luar kardus tertulis bahan naskah ujian ”Kimia”, tetapi di dalam berisi ”Matematika”.

Ujian nasional SMA tahun ini mengalami sejumlah kekacauan. Tidak hanya kebocoran, tetapi juga naskah ujian nasional yang terlambat didistribusikan sehingga tidak bisa dilaksanakan serentak. Sejumlah masalah seperti amplop tertukar hingga tidak adanya naskah untuk siswa disabilitas turut mewarnai pelaksanaan kali ini.

Menjelang Rabu malam lalu, 17 April 2013, Komisi Nasional Pendidikan selaku lembaga pengawas Kementerian datang ke PT Ghalia Indonesia Printing, salah satu rekanan proyek penggandaan naskah soal ujian. Dimas sempat bertanya kemungkinan semua soal bisa terkirim pada hari Rabu itu juga. Pihak Ghalia, kata Dimas, mengaku tidak sanggup. Namun, mengutip keterangan pihak Ghalia, Dimas mengatakan Kementerian Pendidikan sudah mencarikan solusinya. “Solusi Kementerian, dengan cara memfotokopi,” ujar dia.

Dimas menilai, jika solusinya adalah memfotokopi naskah ujian, seharusnya tidak dilakukan tender. Dengan fotokopi, dinas pendidikan daerah bisa langsung mengadakan sendiri. Menyikapi kekacauan ujian nasional, Dimas dan komisioner pagi ini menghadap Dewan Pertimbangan Presiden untuk berkonsultasi.

SUNDARI

Topik Terhangat:
Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

Baca juga:

EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

FBI Tangkap Pengirim Surat Beracun ke Obama

Kena Gusur, Warga Waduk Pluit Marah pada Jokowi

Penertiban Pasar Minggu Ricuh, 1 Orang Tewas

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X