Warga Desak Penambangan Pasir Besi Ditutup

Warga Desak Penambangan Pasir Besi Ditutup

TEMPO/Muh Syaifullah

TEMPO.CO, Tasikmalaya - Warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meminta pemerintah daerah menutup total penambangan pasir besi di pesisir pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya. Aspirasi itu disampaikan warga saat berdialog dengan anggota Dewan di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 23 April 2013.

"Masyarakat ada yang pro dan kontra mengenai penambangan pasir besi, tapi banyak warga yang nolak," kata Dadan M. Ramdani, perwakilan warga Cipatujah, seusai dialog.

Karena itu, warga meminta penambangan ditutup total. Dia pun mengapresiasi pemda yang akan menutup penambangan pasir besi itu. Namun, dia sedikit menyayangkan kenapa hal ini tidak dilakukan pemerintah sejak dulu. "Sudah terlalu banyak dampak negatif atas penambangan pasir besi. Di antaranya merusak lingkungan, merusak infrastruktur jalan," kata Dadan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya, Nazmudin Aziz, menjelaskan, penutupan penambangan pasir besi akan dilakukan pada 1 Mei 2013. Penutupan itu bukan penutupan total, tapi hanya penutupan sementara. "Ketika mereka tidak penuhi syarat, ya sudah, ditutup. Tapi, ketika memenuhi dan banyak menguntungkan masyarakat, dibuka kembali," kata Nazmudin.

Jelang penutupan sementara penambangan pasir besi itu, kata Nazmudin, pihaknya akan mensosialisasikan hal ini kepada pengusaha. Pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kodim 0612, Brigade Infanteri, dan kepolisian untuk menyiapkan pengamanan di lapangan saat penutupan dilakukan. "Saya mohon dukungan dari berbagai pihak. Saya harap penutupan bisa dilaksanakan dengan baik, bagus, tak ada ekses di lapangan," kata dia.

Ditanya apakah penutupan sementara ini karena kandungan pasir besi di pesisir selatan Tasikmalaya sudah habis, Nazmudin membantahnya. "Masih ada potensi pasir besi (di Cipatujah)," ucap dia.

Adapun Komisi 3 DPRD Kabupaten Tasikmalaya merekomendasikan penambangan pasir besi ditutup total. Ketua Komisi 3, Erry Purwanto, menjelaskan, rekomendasi ini disebabkan pemerintah daerah sampai saat ini tidak menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) setimpal dari penambangan pasir besi. "Penutupan ini juga untuk penyelamatan kekayaan alam. Penyelamatan aset yang hilang," katanya.

CANDRA NUGRAHA




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X