indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Dua Terpidana Masuk Daftar Caleg PDIP di Cirebon

Dua Terpidana Masuk Daftar Caleg PDIP di Cirebon

Petugas KPU melakukan pemeriksaan setiap dokumen dari berbagai partai di dalam ruang pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, pada Senin (22/4). Banyaknya daftar caleg dari setiap partai membuat petugas KPU berhati-hati dan teliti untuk memeriksa setiap calon caleg menuju DPR RI Tahun 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Cirebon – Dua terpidana kasus korupsi APBD Kota Cirebon 2009, Citoni dan Agung Ciptos, masih masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) PDI Perjuangan untuk DPRD. Meskipun masih berstatus sebagai terpidana, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Edi Suripno, mengatakan hal ini bukan masalah. “Ini kebijakan partai,” ujarnya melalui pesan singkat yang diterima Tempo, Rabu, 24 April 2013.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tempo dari Daftar Calon Sementara PDI Perjuangan, nama Citoni masuk dalam daerah Pemilihan II Kecamatan Kesambi dan Pekalipan. Citoni sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014, tetapi di tengah jalan dinonaktifkan karena menjadi terpidana dalam kasus korupsi dana APBD 2009. Citoni sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cirebon periode 2004-2009.

Seorang kader PDI Perjuangan lainnya, yaitu Agung Cipto, juga masuk dalam daftar calon legislatif dari PDI Perjuangan. Citoni pun dijadikan terpidana untuk kasus yang sama. Putusan pengadilan negeri pun sudah jatuh, tetapi hingga kini mereka belum dieksekusi.

Saat dikonfirmasi, Citoni mengakui jika dirinya masuk dalam daftar caleg sementara. “Tapi itu saya anggap hadiah dari DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon,” katanya. Saat ini, ujar Citoni, ia tidak berkonsentrasi untuk mengikuti pemilihan anggota dewan dan lebih memilih berkonsentrasi terhadap kasus hukum yang menjeratnya.

Seperti diketahui, sebanyak 12 anggota DPRD Kota Cirebon periode 2004-2009 divonis bersalah melakukan tindakan korupsi dana APBD Kota Cirebon periode 2009 dengan nilai total Rp 4,9 miliar. Mereka divonis penjara 1 tahun 6 bulan di Pengadilan Negeri Kota Cirebon. Pada tingkat banding 2011 lalu, Pengadilan Tinggi Jawa Barat menambah hukuman mereka menjadi 4,5 tahun penjara.

IVANSYAH


Topik terhangat:

Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

Berita lainnya:
Dahlan Tertarik Bikin Ladang Ganja
VIDEO Unik FBI Buka Pintu Pagar Kasus Bom Boston
Diduga Mark Up, Menteri Nuh: Ketemu Hatta, Beres
Jokowi: MRT Seperti Mencabut Kumis Harimau
Bayern Hancurkan Barcelona 4-0







Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
PDIP ternyata tidak serius memberantas korupsi. Saya kecewa sekali
0
0
Kalau koruptor Rp.4.5 milyard yang masih jadi terpidana dipilih lagi jangan salahkan kalo jadi, nanti cari pulihan korupsi yang berlipat - lipa sebagai bonus semasa di penjara. Merdeka !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Wajib Baca!
X