Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM

Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM

SBY memberi keterangan pers sebelum meninggalkan tanah air untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga negara ASEAN yakni Singapura, Myanmar dan Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (22/4). Kunjungan ke Singapura merupakan kunjungan kerja yang akan berlangsung pada tanggal 22–23 April 2013. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Berada di Singapura dalam acara Thomson Reuters Newsmaker, Presiden Yudhoyono diberondong pertanyaan pengurangan subsidi BBM. Dalam akun @SBYudhoyono, presiden men-tweet bahwa subsidi BBM akan dikurangi. Pengurangan ini dilakukan pemerintah agar APBN dan tingkat fiskal nasional tidak jebol.

Kendati demikian, melalui 138 karakter di akunnya, Presiden mengatakan akan memberikan subsidi bagi warga yang tidak mampu. "Bagi yang mampu ada kenaikan harga BBM," ketik SBY. Ini dilakukan pemerintah agar ekonomi sehat dan adil untuk rakyat.

Tahun lalu BBM menghabiskan sekitar Rp 300 triliun. Jumlah ini setara dengan 15 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jika ini dibiarkan, APBN bisa jebol.

Dalam akun tersebut Presiden Yudhoyono juga mengkritisi perilaku para politisi di Indonesia. Secara gamblang, SBY men-tweet "Penyakit politisi: ketika tidak menjabat mengkritik habis-habisan, tetapi ketika menjabat tidak melaksanakan apa yg dikritiknya," kicaunya dalam akun yang hingga Rabu, 24 April 2013 pukul 00.15 WIB diikuti oleh 1.538.487 follower.

MUHAMMAD MUHYIDDIN


Topik Terhangat:
#Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

Baca juga:

Buruh Gugat Jokowi ke PTUN

Ahok Berjanji Putihkan Tunggakan Rusun Marunda

Jokowi Siap Digugat Buruh

Demi UN SMP, 9 Siswa Pulau Seribu Naik Kapal 6 Jam

Komentar (11)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Kalau mau naik , iya naikan aja segera 2 harga BBM, secepatnya...kenapa ragu2?...Jika ada penyelewengan BBM Subsidi dilapangan ..itu adalah tugas aparat hukum di judikatif, bukan exekutif, kan ...
0
0
Kalau mau dibatasi ya pakai progresif kayak pajak. 2 liter harga subsidi selebihnya harga non subsidi bagi motor. Sama juga 5 liter harga subsidi bagi mobil, selebihnya harga non subsidi. Pernah naik angkot? Sopir angkot kalau isi premium paling Rp 20.000. Ntar kalau setoran sudah ngumpul, muter lagi baru isi lagi. Jangan tiba2 bilang punya mobil, pasti kaya. Pendapatan per kapita nasional Rp 3 juta per orang per bulan. Yang dibilang kaya penghasilannya masih di bawah itu. Lagipula orang2 marginal ini yang punya rumah di pinggiran kota. Karena hanya di sana yang mampu terbeli. Sementara motor tdk bisa lewat tol. Dan tol sudah dijual pemerintah. Jadi mau lewat harus bayar sama swasta.
0
1
Saudara Ketoprakindo...! Sebenarnya anda bisa membuat kalimat apa tidak sih..? Kalimat pertama anda tidak sesuai dengan kalimat kedua, katanya tidak boleh pakai kata pribumi...? Kenapa kalimat kedua pakai pribumi..? Hahaha.., sudahlah lupakan...! Karena bukan itu intinya. Perlu anda pahami satu hal, tidak ada sara dalam setiap kalimatku. Jadi bacalah dan pahami.....! Pernyataanmu itu malah akan menciptakan propaganda selanjutnya dan pada akhirnya menjadi sara. Karena itu memancing yang lainnya. Jadi berpikirlah dalam membuat argumen...! Pahamilah sampai kau menemukan sebuah esensi dan setelah itu baru berkomentar...! Atau mungkin anda merasa sebagai etnis tertentu ya..? Kenapa takut ya...? Sekedar saran:Kalau memang takut, jangan pancing kemarahan tuan rumah, jadilah tamu yang sopan dan jika sudah menjadi warga negara indonesia harusnya tidak mementingkan etnis ente dong...!
0
0
Lebih cepat lebih baik, dunia usaha perlu kepastian pak...
0
0
Penyesuaian subsidi perlu dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. Selama ini subsidi hanya dinkmati oleh orang2 kaya. Penyesuaian subsidi juga untuk menyeimbangkan APBN dan fiskal nasional agar tidak jeblok.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X