Sejumlah wisatawan  melihat dan menikmati suasana matahari terbit dari atas Gunung Penanjakan, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pasuruan,Rabu (7/11). TEMPO/Fully Syafi

Sejumlah wisatawan melihat dan menikmati suasana matahari terbit dari atas Gunung Penanjakan, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pasuruan,Rabu (7/11). TEMPO/Fully Syafi

Turis Asing Berdatangan ke Gunung Semeru

TEMPO.CO, Surabaya - Kabar pembukaan kembali pendakian Gunung Semeru tampaknya cepat menyebar ke telinga para turis mancanegara. Sejumlah turis mulai berdatangan ke Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat, 26 April 2013 untuk mendaki gunung berketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut ini.

Kepala Desa Ranupane Thomas Hadi Sanjaya mengatakan pendakian Gunung Semeru resmi dibuka Jumat, 26 April 2013. "Pagi tadi ada dua turis yang datang," kata Thomas ketika dihubungi Tempo sore ini.

Thomas sempat menyapa dua turis asal Eropa itu. "Mereka ngomong mau mendaki Semeru," katanya. Namun, dia  tidak banyak mengobrol dengan kedua turis tersebut. Berapa jumlah turis asing dan domestik yang bersiap mendaki gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini, Thomas belum mengetahui.

Kondisi cuaca, menurut Thomas, sangat mendukung pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru ini. "Cuacanya cerah. Suhu di Ranupane tadi malam sekitar 18 derajat celcius," katanya.

Dibukanya lagi jalur pendakian Gunung Semeru yang terkenal dengan danau Ranu Kumbolo-nya ini, tidak hanya disambut baik oleh para pendaki saja. "Warga desa Ranupane utamanya para porter juga menyambut baik dibukanya pendakian ini," kata Thomas. Hal ini memang sangat ditunggu oleh para porter. Artinya, jasa mereka akan kembali digunakan.

Thomas mengatakan, ada sekitar 40 orang porter yang ada di Ranupane. "Mereka bisa mendapatkan uang dari menjual jasanya membawakan barang bawaan para pendaki yang mau menggunakan jasa mereka," katanya. Pendakian ke Gunung Semeru biasanya memakan waktu antara dua hingga tiga hari. Satu harinya, para porter bisa memperoleh uang antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. "Karena itulah mereka sangat menunggu-nunggu dibukanya lagi jalur pendakian Gunung Semeru," katanya. Mayoritas warga Desa Ranupane bekerja di ladang-ladang yang ditanami sayur. Ketika Semeru ditutup, sejumlah warga yang menjadi porter kembali ke ladang mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, pendakian Gunung Semeru resmi dibuka sejak Jumat, 26 April 2013 setelah ditutup selama tiga bulan sejak 8 Januari 2013 untuk pemulihan ekosistem.

Penutupan diperpanjang satu bulan dengan alasan jalur pendakian belum siap dilewati karena ada longsor serta seratusan pohon tumbang di sepanjang jalu pendakian. Setelah dua kali, petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan survei serta pembersihan jalur, pendakian dibuka lagi pada Jumat ini. 

DAVID PRIYASIDHARTA


Topik Terhangat:

#Ustad Jefry |
#Caleg | #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Preman Yogya

Berita Terpopuler:

Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah

Ustad Uje Kecelakaan Usai Ngopi di Kemang

Motor Gede Ustad Uje Terlempar 20 Meter

Ustad Uje Terpelanting Usai Tabrak Pohon Palem

Ustad Uje Bakal Disalatkan di Masjid Istiqlal