Ada Strata Sosial dalam Arisan

Ada Strata Sosial dalam Arisan

Penulis buku 'Kocok! The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites', Nadia Mulya (kanan) dan Joy Roesma (kiri). TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah tipe perempuan yang bergabung dalam arisan di Indonesia. Setidaknya begitulah menurut duo penulis buku Kocok! the Untold Story of Arisan Ladies and Socialites, Nadia Mulya dan Joy Roesma. Dalam Bab The Who of Arisan, Nadia dan Joy membagi jenis peserta arisan, berdasarkan motif keikutsertaan mereka.

Seperti ada perempuan sosialita, artis, pedagang, perempuan karier, ibu rumah tangga, the social climber, the wannabe, the social butterfly, dan the tag along. Mereka yang termasuk the social butterfly, mengkuti arisan karena suka keramaian dan gemar berpesta. Sedangan the tag along biasanya ikt arisan karena diajak teman.

Yang rada mirip namun memiliki arti sangat beda adalah the social climber dan the wannabe. Kata Nadia, kedua memiliki keterkaitan dengan para sosialita. Bedanya, si wannabe adalah perempuan yang datang dari kalangan bonafit, setara dengan sosialita.

"Strata sosial, ekonomi, dan pergaulannya sama dengan sosialita," kata Nadia ke Tempo, akhir Maret 2013. Mereka tidak terlalu dikenal publik, taoi ingin menjadi bagian sosialita. "Hasratnya, I wanna be like that. tapi tidak memaksakan ekonomi."

Untuk the social climber, Nadia melanjutkan, biasanya orang yang ingin memanjat strata sosial hingga berada di atas tingkatannya. "Banyak dari mereka yang memaksakan diri, padahal kemampuan aslinya tidak sampai."

Dalam usaha mencapai strata teratas itu, kadang the social climber menghalalkan pelbagai cara. Hingga mencoreng pergaulan para sosialita. Tapi ada juga yang melakukannya dengan cara sopan. Tapi Nadia dan Joy tidak menjelaskan seperti apa kelakuan mencoreng atau cara spa itu. "Kadang social climber jadi bahan pergunjingan, tapi tergantung arisannya," ujar Nadia.

Soal jenis perempuan dalam arisan ini, Joy dan Nadia pun tidak memiliki acuannya. Semua mereka buat hanya berdasarkan pandangan dan penilaian selama bergabung dengan beberapa kelompok arisan. "Kami sendiri membuat tipe-tipe itu rada mengarang juga, berdasarkan pengamatan."

CORNILA DESYANA

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Jasad Alien Kerdil di Cile Ternyata Manusia

Bos Yahoo Mengundurkan Diri

Dengar, Suara Asli Alexander Graham Bell

Xbox 720 akan Dirilis 21 Mei

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X