Di Tengah Aksi Demo, Karyawan Katering Meninggal

Di Tengah Aksi Demo, Karyawan Katering Meninggal

Karyawan Aerofood Aerowisata Catering Services, penyedia jasa layangan catering bagi maskapai penerbangan melakukan aksi mogok kerja menjelang May Day di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (30/4). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tangerang - Mogok kerja sekitar 500 karyawan PT Aerofood dan Aerowisata Catering Service (ACS) pada Selasa, 30 April 2013, menyisakan duka mendalam. Seorang karyawan bagian handling penerbangan asing, Zul Bahrum, 48 tahun, meninggal di tengah-tengah aksi yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, tersebut.

Zul ikut dalam aksi pemogokan. Dia pingsan sekitar pukul 13.00 WIB. Tempo berada di lokasi saat Zul pingsan. Oleh kawan-kawannya, Zul yang mengalami sesak napas dibawa ke klinik terdekat. Namun selang satu jam kemudian nyawanya tak tertolong.

Kabar kematian Zul disampaikan Ketua Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Tavip. Menurutnya, Zul meninggal pukul 14.00 WIB karena serangan jantung. Jenazah Zul dibawa ke rumah duka di Ciracas, Jakarta Timur. Menurut teman-temannya, Zul telah bekerja di ACS sekitar 20 tahun.

"Kami berduka, kawan-kawan mengiring ke rumah duka. Tapi kami tetap mogok sampai tuntutan dikabulkan," kata Nanda, seorang pekerja ACS.

Aksi mogok itu berlangsung sejak Senin tengah malam. Perundingan antara manajemen dan OPSI yang mendampingi Serikat Karyawan Sejahtera ACS belum menemukan titik temu.

Ketua Serikat Karyawan Sejahtera, Parijo, mengatakan para pekerja ini menuntut penetapan tunjangan masa kerja Rp 1,5 juta per tahun, mengembalikan gaji karyawan 18 kali per tahun, menetapkan komponen upah karyawan, dan menetapkan uang transportasi Rp 1 juta per bulan.

"Kami juga menuntut perusahaan memberi penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja 30 tahun," kata Parijo.

Selain soal kesejahteraan, para buruh meminta perusahaan melaksanakan runding perjanjian kerja bersama dalam Undang-Undang Tenaga Kerja Nomor 13 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 48 Tahun 2004. "Kami menuntut karyawan kontrak menjadi permanen dan karyawan yang dimutasi ke anak perusahaan PT ACS," kata Parijo.

Presiden Direktur PT ACS, Bendady Pramono, mengatakan akan mencari solusi terbaik dalam penyelesaian secara internal. "Kami akan bicarakan dari hati ke hati," kata Ben, ditemui sebelum adanya kabar karyawannya meninggal.

Ben mengatakan, dengan aksi pemogokan ini, tercatat sampai Selasa pukul 11 .00 WIB, pelayanan katering untuk 40 penerbangan tidak terlayani. Untuk Selasa malam, pelayanan katering untuk 50 penerbangan juga tidak bisa dilakukan.

Dengan mogoknya karyawan ACS ini praktis dapur tidak ngebul. "Ini pemogokan dari cleaning service, koki, hingga asisten manajer," kata Nanda.

AYU CIPTA

Topik terhangat:
Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional


Baca juga:
Edsus Sosialita Jakarta
Susno Minta Perlindungan Komnas HAM
Wamen Denny Minta Susno Menyerah
Jaksa Waspadai Pengawalan Bersenjata Susno
Di Persembunyian, Susno Punya Pengawal

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
waduh ini yang dikhawatirkan justru akan memakan akibat dari demo besar besaran mengenai buruh ini.. kalaulah lebih tertib dan damai dalam penyampaian aspirasi maka tidak akan ada korban.. turuk berduka
Wajib Baca!
X