Ahmadiyah Tasikmalaya Diserang, Polisi Kewalahan

Ahmadiyah Tasikmalaya Diserang, Polisi Kewalahan

Kondisi Masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah pasca pengrusakan di Kampung Cisaar, Cipeuyeum, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (18/2). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - -Sekelompok orang menyerang Kampung Wanasigra di Desa Tenjowaringin, Kabupaten Tasikmalaya, dini hari tadi. Sekitar pukul 01.00 WIB kelompok ini merusak rumah warga dan sebuah madrasah milik kelompok Ahmadiyah. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. "Jumlahnya sekitar 100-200 orang," kata Dodi Kurniwan, juru bicara Ahmadiyah.

Dodi menjelaskan massa ini menyerbu masuk ke dalam kampung langsung menuju masjid. Karena gerbang masjid terkunci massa berbalik arah. Karena tujuan mereka tidak tercapai, massa yang makin marah ini merusak semua rumah yang mereka temui dalam perjalanan balik. Sebuah madrasah yang jaraknya hanya 50 meter dari gerbang masjid tidak luput dari serangan mereka. "Mereka melempari kaca setiap rumah yang dilewati," kata dia pada Ahad, 5 Mei 2013.

Dodi mengatakan penyerangan ini terjadi selama 10-15 menit. Saat terjadi penyerangan, kata dia, masih ada sekitar 20 orang personel polisi yang sedang berjaga. Namun, polisi tidak bisa melakukan pencegahan. Penyerangan ini menyebabkan sekitar 24 rumah rusak. Dia mengatakan, polisi hanya menahan warga Ahmadiyah supaya tidak terjadi bentrokan.

Ia mengimbuhkan, pada saat yang sama juga terjadi penyerangan di kampung Citeguh. Kampung berada dalam desa yang sama dengan Wanasigra. Namun dia tidak bisa memastikan apakah serangan berapa kerusakan dan korban. "Waktu kejadiannya hampir sama," ujarnya.

RAMADHANI

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
وَ مَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهُ وَ سَعَى فِيْ خَرَابِهَا "Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang-orang yang menghalang­ halangi mesjid-mesjid Allah daripada akan disebut padanya namaNya seraya berusaha mereka pada meruntuhkannya?" (pangkal ayat 114). Meskipun Nabi Muhammad s.a.w telah datang membawa agama Tauhid, membawa Islam dan telah berdiri mesjid Rasulullah di Madinah, namun perlindungan kepada sekalian tempat beribadat menyembah Allah Yang Maha Esa dengan ayat ini telah dinyatakan. Mesjid artinya ialah tempat sujud; di ayat ini dipakai kata jama' yaitu masaajid, artinya semua tempat bersujud, sernua tempat bersembahyang. Dengan jalan pertanyaan yang bernama Istifham-Inkari yaitu pertanyaan berisi sanggahan keras , tempat-tempat beribadat itu telah dibela dengan ayat ini; siapa yang lebih zalim dari orang-orang yang menghalang-halangi mesjid-mesjid Allah ? Artinya, tidak ada lagi orang yang lebih zalim dari orang yang berbuat demikian. Apatah lagi setelah menghalang ­halang berusaha pula meruntuhkannya. Orang-orang perusak mesjid, penghancur rumah-rurnah tempat beribadat itu memang jahat hatinya , jauh dari Tuhan : أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوْهَا إِلاَّ خَآئِفِيْنَ "Mereka itu tidaklah akan masuk ke dalamnya , melainkan dengan ketakutan. " Padahal apabila telah masuk ke dalarn sebuah tempat beribadat, balk dia mesjid Islam atau sinagog Yahudi, atau gereja Nasrani, namun suasana di dalarnnya sudah lain. Orang-orang yang masuk ke dalamnya dengan hati lembut, telah menyediakan diri buat tafakkur kepada'Tuhan. Betapapun cara mereka beribadat, namun yang mereka seru hanya Yang Esa juga. Meskipun kadang-kadang bertemu ibadat yang bid'ah atau tambahan-tambahan , namun dia dapat diselesaikan apa bila keinsafan beragama yang sejati sudah mendalam. Tetapi tidak boleh dihalangi , apatah lagi dirusak dan diruntuhkan. Dikatakan di dalam ayat ini rahasia jiwa orang yang amat zalim itu. Mereka memang takut masuk ke dalam mesjid karena jiwa mereka sudah sangat berjauhan dengan Tuhan. Keganasan mereka menghalangi orang beribadat , atau rnenghancurkan mesjid bukanlah karena mereka gagah berani , tetapi si pengecut. Orang yang beribadat kepada Allah , yang meramaikan tempat beribadah , memang tidak merasa takut dan tidak tunduk hatinya kepada penguasa dunia yang sombong lagi aniaya itu. Meskipun mereka kelihatan lemah , tetapi jiwa mereka tidak bisa diperkosa. Si zalim takut masuk ke dalam tempat beribadat karena takut mendengar khutbah yang berapi-api mencela perbuatannya. Bagaimana zalim pula ancaman Tuhan kepada mereka. لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ "Untuk mereka di dalam dunia ini adalah kehinaan." Sebab mereka menjadi timbunan sampah dan nista orang yang dianiaya. Orang menutup mulut hanyalah karena takut akan aniaya saja. Kadang kadang apabila orang tidak tahan menderita lagi, orang akan merenggutkan mereka dari kekuasaannya. Siang malam orang-orang yang zalim itu tidak akan bersenang diam, karena hati kecil mereka sendiri telah merasa amat bersalah, karena telah merusakkan tempat yang dimuliakan dan disucikan orang. وَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ "Dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar." (ujung ayat 114).
0
0
waduh PAK ANEH SEKALI saya melihat bapak, kelihatan sekali bapak tidak mendalami ilmu agama dan juga ilmu hukum, agama Islam jelas menggolongkan AHMADIYAH itu SESAT karena sangat menyimpang dari pokok-pokok (sekali lagi pokok2 bukan cabang/furu') ajaran Islam tentang masalah kenabian, kitab suci, haji, dsb,,, inilah masalahnya mereka mengaku2 islam artinya mereka berupaya menghancurkan aqidah ISLAM, lihat orang muslim tidak menentang NU atau Muhammadiyah, atau al-wasliyah dst karena mereka masih dalam koridor Islam, lain halnya dengan ahmadiyah ini,,,(tapi ya maklum bapak kelihatan tidak paham betul agama, lebih baik belajar lagi dengan ulama) secara hukum pak salah, memang di UUD 1945 memang disebutka bahwa kaum minoritas berhak mendapatkan perlindungan dan hak2 lainnya,,,,INGAT JIKA BAPAK CERMAT , KETAHUILAH BAHWA tidak semua kaum minoritas mendapat HAK/PERLINDUNGAN dsb, karena kehadiran mereka atau ideologi atau status mereka menjadi ancaman bagi kedamaian, kerukunan, atau mengancam ketertiban umum atau bahkan bertentangan dengan norma2 yang ada (norma adat, susila, agama, hukum ) yaitu seperti KAUM GAY/LESBIA/HOMOSEXUAL, mereka jelas TIDAK digolongkan kedalam kaum minoritas yang dilindungi oleh konstitusi kita UUD 1945, sama halnya dengan kaum minoritas AHMADIYAH ini, sebenarnya solusi ini gampang sekali , bubarkan saja ahmadiyah dengan mengeluarkan peraturan ttg pembubarannya,,,JADI KITA semua harus belajar dan memperdalam Ilmu agama kita (karena itu WAJIB hukumnya) dan memperdalam ilmu duni kita (ilmu pengetahuan),,,jadikan Al-qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidup kita jika mau selamat dunia akhirat, hukum agama Islam lebih tinggi dari semua sumber hukum yg ada jika kita memang benar2 orang muslim sejati, allahu akbar
Wajib Baca!
X