Jokowi Mulai Proyek Kampung Deret, Warga Senang

Jokowi Mulai Proyek Kampung Deret, Warga Senang

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

TEMPO.CO, Jakarta - Korban kebakaran di RT 13 dan 14 RW 01 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, mengaku senang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memilih wilayah mereka sebagai lokasi pertama pembangunan kampung deret. Mereka mengaku tak mempersoalkan bentuk rumah mereka kelak, selama pemerintah berjanji memastikan kepemilikan rumah baru mereka.

"Kami merasa bersyukur karena pemerintah DKI mau membangun kembali rumah kami," kata Muhammad Yusuf, 43 tahun, seorang warga korban kebakaran di Tanah Tinggi, Sabtu, 4 Mei 2013.

Hal yang paling penting menurut Yusuf adalah rumah mereka dapat dibangun kembali. Yusuf mengaku rumahnya ludes terbakar pada kebakaran Maret 2013 lalu. "Bahkan satu pun baju tak sempat saya selamatkan," kata Yusuf. Dia dan keluarganya kini mengungsi ke tempat lain dengan mengontrak rumah.

Kebakaran yang terjadi di RT 13 dan 14 RW 01, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada 4 Maret 2013 lalu menghanguskan setidaknya 40 rumah warga.

Gubernur DKI Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung deret di sana pada Jumat, 3 Mei 2013. Program ini adalah unggulan Jokowi sejak masa kampanyenya untuk menata kembali permukiman kumuh di Ibu Kota. Anggaran Rp 600 miliar sudah disiapkan sehingga warga kelak mendapat unit gratis di rusun-rusun yang akan dibangun di perkampungan Jakarta.

Saat ini, kontraktor pembangunan dari Agung Sedayu Group sudah melakukan survei dengan mengunjungi daerah bekas kebakaran itu. Jokowi memang menunjuk Agung Sedayu Group untuk mengerjakan proyek kampung deret perdana ini.

"Kami masih survei lapangan dulu, memastikan kondisi di lapangan seperti apa," kata Nehru Ismail, petugas survei lapangan dari Agung Sedayu, kepada Tempo. Mengenai kapan material bangunan akan sampai serta kapan pembangunan akan mulai dilaksanakan, dia belum bisa memastikan. Namun, kata dia, proses tersebut akan segera dilakukan. "Pembangunan rumah di daerah padat penduduk seperti ini memang memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terkait akses keluar-masuk mobil yang akan membawa material bangunan," katanya.

FAIZ NASHRILLAH


Topik terhangat:
Susno Duadji
| Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional


Baca juga:

Rayakan Hari Integrasi, Warga Papua Minta Merdeka

Ada Kantor OPM di Oxford, Dubes Inggris Dipanggil
Susno Duadji Menyerahkan Diri di Cibinong
Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X