Kakak Pemain MU Ini Pimpinan Gangster

Kakak Pemain MU Ini Pimpinan Gangster

Wilfried Zaha. soccergaming.com

TEMPO.CO, London-Siapa sangka, saudara tertua dari pemain gelandang Wilfried Zaha, yang baru saja menandatangani kontrak dengan Manchester United senilai 15 juta poundsterling atau Rp 226 miliar ini adalah seorang petinggi gangster di London Selatan.


Zaha, resmi menjadi pemain MU pada Januari lalu setelah Alex Ferguson sepakat menandatangani kontraknya itu. Sebelumnya, pemain berusia 20 tahun ini hanya dipinjamkan dari Crystal Palace ke Setan Merah selama 4 bulan, sampai kontrak memutuskan masa pinjaman dan resmi bergabung di Old Trafford.


Pemain yang berasal dari Pantai Gading ini diprediksi masa depannya akan menjadi bintang. Akan tetapi, jalannya berbeda dengan saudara kandungnya, Herve.


Sebuah laporan yang ditulis Dailymail -- mengatakan bahwa, Herve, saudara tertua pemain gelandang itu, mengklaim bahwa dirinya adalah pemimpin dari salah satu geng yang ada di London. DSN atau Don’t Say Nothinhg  adalah nama geng yang dipimpinnya.


DSN tercatat bertanggung jawab atas penusukan, penembakan, dan perampokan di London Selatan sejak tahun 2007.


Pada tahun 2012 silam, Herve harus mendekam di penjara selama 12 bulan akibat ulahnya. Di bulan Juli tahun itu, Herve melemparkan pecahan bahan bangunan ke arah jendela mobil. Sementara pengemudi mobil yang dilempari oleh Herve ada di dalam dan sedang duduk di belakang kemudi. Pengemudi yang mobilnya dilempar Herve melapor kepada Polisi. Herve diperintahkan membayar 280 poundsterling atau Rp 4,2 juta sebagai biaya kompensasi di pengadilan.


DSN muncul sebagai topik hangat di berbagai media masa pada tahun 2007. Saat itu, mereka terlibat dalam pertempuran brutal dengan geng saingannya di sebuah pusat perbelanjaan di Croydon.


Beruntung bagi Wilfried, karena tidak ada catatan sama sekali mengenai keterlibatan dirinya dengan geng yang dipimpin kakanya atau pun geng lainnya. Seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, “Wilfried datang dari latar belakang yang benar-benar sulit. Ia melakukan yang baik dengan mencoba mengeluarkan saudaranya dari keterlibatan geng.”


The Zahas, sebutan bagi keluarga WIlfried Zaha, beremigrasi dari Pantai Gading ke London Selatan ketika Wilfried berusia empat tahun.


DAILYMAIL | REZA ADITYA RAMADHAN


 


Topik Terhangat
Pemilu Malaysia | Harga BBM |  Susno Duadji |  Ustad Jefry | Caleg


Berita Lainnya
Gol Mata Naikan Peringkat Chelsea  
Antonio Conte Akan Bahas Masa Depannya di Juventus
Juve Kembali Kuasai Seri-A

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X