Triomacan Bercuit Soal Isu Korupsi Wali Kota Kediri

Triomacan Bercuit Soal Isu Korupsi Wali Kota Kediri

Walikota Kediri, Samsul Ashar. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Kediri - Kasus korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya, Kediri, yang diduga melibatkan Wali Kota Samsul Ashar, kembali menghangat. Setelah sempat mereda sejak Kepolisian Daerah Jawa Timur mengambil alih kasus korupsi Jembatan Brawijaya senilai Rp 66 miliar itu, publik Kediri kembali dikejutkan dengan kicauan akun @TrioMacan di Twitter.

Akun yang kerap menyoroti isu dan tokoh nasional ini tiba-tiba membeberkan korupsi Jembatan Brawijaya berikut foto bukti transfer uang senilai Rp 9 miliar dari perusahaan rekanan kepada kerabat Samsul Ashar. "Semua proyek di Kediri ditangani Ayong, pemilik PT Surya Graha Sentosa (SGS)," tulis akun tersebut.

Perusahaan yang beralamat di Sidoarjo ini diketahui tidak pernah memenangi tender, namun mengerjakan tiga proyek besar, yakni Jembatan Brawijaya senilai Rp 66 miliar, gedung politeknik senilai Rp 88 miliar, dan RSUD Gambiran II senilai Rp 220 miliar. Modusnya, memasang tiga perusahaan lain sebagai boneka, selanjutnya mengambil alih pengerjaan begitu mendapatkan tender.

Masih menurut kicauan tersebut, Ayong, si pemilik PT SGS, memberikan kompensasi uang kepada Samsul Ashar melalui kerabatnya, Fajar. Hal itu dibuktikan pula dengan foto bukti transfer senilai Rp 9 miliar dari PT SGS kepada Fajar, yang turut diunggah dalam tweet tersebut. Selain pejabat pemerintah, uang panas itu juga mengalir ke penyidik Kejaksaan Negeri Kediri.

Dan di akhir kicauannya, Trio Macan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kasus ini.

Kicauan tersebut sama persis dengan hasil penyelidikan Kepolisian Resor Kediri sebelumnya. Bahkan Kapolresta Kediri, Ajun Komisaris Besar Ratno Kuncoro, pernah mengungkapkan bahwa terjadi skandal antara Wali Kota dan PT SGS dalam pelaksanaan proyek pemerintah. "Pak Wali dibiayai oleh rekanan dalam pemilukada, lalu dengan kompensasi mendapat proyek," kata Ratno beberapa waktu lalu kepada Tempo.

Polisi juga menemukan aliran dana dari PT SGS kepada sejumlah pejabat pemerintah dan kerabat Samsul Ashar, seperti yang dituliskan Trio Macan. Bahkan, saat ini, Fajar, kerabat Samsul tersebut, sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kasenan, dan ketua lelang, Wiyanto.

Sayang, pengungkapan ini mendadak senyap ketika tiba-tiba Polda Jawa Timur mengambil alih. Hal ini sempat disayangkan aktivis antikorupsi Kediri, mengingat kurang sejengkal lagi tim Tindak Pidana Korupsi Polresta berhasil menyeret Samsul Ashar. "Siapa yang menjamin pengambilalihan ini tidak untuk menghentikan kasus?" kata Tjetjep M. Yasin, koordinator LSM Komunitas Peduli Kediri.

Kuasa hukum Samsul Ashar, Arifin, SH, membantah keras kicauan Trio Macan. Menurut dia, kicauan itu tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi bukti transfer yang diunggah juga tidak menyangkut nama kliennya karena diterima Fajar. "Trio Macan itu siapa, enggak jelas," katanya.

Dia justru lega setelah kasus ini ditarik Polda. Sebagai daerah yang tengah melaksanakan pilkada, netralitas aparat di Kediri harus dijaga. Arifin berharap kasus ini tidak sengaja dimainkan untuk mengganjal kliennya maju kedua kali sebagai Wali Kota Kediri pada pilkada Agustus mendatang.

HARI TRI WASONO


Berita hangat:
Pemilu Malaysia | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

Berita Lainnya:
Akun Vitalia Sesha Pamer Foto di Twitter
Sejam Akun Twitter @hattarajasa Dijebol Hacker
Anas Urbaningrum, Sambal Pecel dan Hambalang
Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar
Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?
Buruh Pabrik Panci yang Disekap Layak Dapat Rp 1 M

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X