indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Polisi: Gaji Buruh Panci Segera Dibayar

Polisi: Gaji Buruh Panci Segera Dibayar

Para buruh pabrik pembuatan alat dapur yang berhasil dibebaskan polisi di Tangerang, Banten, (3/5). Mereka disekap selama 3 bulan dan disuruh bekerja oleh pemilik pabrik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo menjamin gaji dan pesangon 34 buruh pabrik panci yang mengalami penyekapan dan penganiayaan segera didapatkan para pekerja tersebut. ”Kami bantu dan upayakan hak-hak pekerja terpenuhi,” kata Bambang.

Bambang sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang perihal hak-hak buruh tersebut. ”Kalau semuanya sudah siap akan kami serahkan,” katanya.

Hak-hak normatif para pekerja, kata Bambang, meliputi gaji pekerja yang belum terbayarkan selama mereka bekerja di tempat itu, pesangon, dan uang lembur. ”Lamanya pekerja bekerja variatif, ada yang 4 bulan, 6 bulan ada, juga yang 18 bulan,” katanya, Senin, 6 Mei 2013.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Heri Heryanto mengatakan telah menetapkan perintah kepada pemilik pabrik panci, Yuki Irawan, untuk segera membayar Rp 1 miliar kepada para buruhnya. Menurut Heri, perhitungan tersebut berdasarkan upah sektoral buruh—saat ini upah minimum Tangerang adalah Rp 2,2 juta--yang harus dibayarkan pengusaha kepada karyawannya. Menurut dia, upah 31 buruh yang rata-rata bekerja selama 4-7 bulan senilai Rp 418 juta, pesangon Rp 418 juta, ditambah dengan upah lembur, yang nilai totalnya mencapai Rp 1 miliar. (Baca: Buruh Pabrik Panci yang Disekap Layak Dapat Rp 1 M )

Kabar baik ini disambut gembira oleh para buruh yang menjadi korban penyekapan. ”Alhamdulilah, kalau dapat uangnya mau dipakai untuk modal usaha,” kata Abdul Nawa Fikri, 20 tahun. Pemuda asal Cianjur ini mengaku sudah 8 bulan bekerja di pabrik pembuatan kuali itu dan baru mendapatkan gaji Rp 1,3 juta. ” Itu juga hitungannya kas bon,” kata dia. (Baca: Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar)

Abdul masih trauma dengan perlakuan tidak menyenangkan selama bekerja di pabrik itu. Dia berharap bisa melupakan peristiwa itu dan memulai hidup baru dengan berdagang. Baca kisah perbudakan buruh di sini.

JONIANSYAH

Topik hangat:





Perbudakan Buruh | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry

Baca juga:

Sering Mengingat Masa Lalu Bisa Sebabkan Insomnia

Jangan Anggap Sepele Insomnia

Cara Aman Atasi Gangguan Tidur

Tambah Langsing, Seleksi Alam Berubah pada Wanita

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X