Amerika dan Rusia Sepakat Akhiri Perang Suriah

Amerika dan Rusia Sepakat Akhiri Perang Suriah

Tumpukan mobil rusak digunakan untuk melindungi diri dari para penembak di wilayah Khaldiyeh, Homs, Suriah, Selasa (19/2). REUTERS/ Yazan Homsy

TEMPO.CO, Moskow - Amerika Serikat dan Rusia sepakat menekan dua kelompok berseteru di Suriah, pemerintah maupun pemberontak guna mengakhiri perang yang telah berlangsung dua tahun. Kedua negara akan menyelenggarakan konferensi internasional demi perdamaian di sana.

Dalam pembicaraan yang berlangsung hingga larut malam, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry untuk pertama kalinya bertemu selama lebih dari dua jam dengan Presiden Vladimir Putin pada Selasa malam waktu setempat, 7 Mei 2013, disusul pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Kedua pejabat yang mewakili negara masing-masing bersepakat mengakhiri konflik di Suriah yang telah memakan 70 ribu jiwa seperti disampaikan oleh PBB.

"Kami sepakat bahwa Rusia dan Amerika Serikat akan mendorong pemerintah Suriah dan kelompok oposisi untuk menemukan sebuah solusi politik," kata Lavrov kepada wartawan pada acara jumpa pers dini hari.

Diharapkan pada akhir Mei 2013, dua menteri bekerja sama menyelenggarakan konferensi internasional sesuai kesepakatan Jenewa yang digalang oleh negara-negara kuat dunia Juni tahun lalu.

Koresponden Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari markas besar PBB di New York, pertemuan antara Kerry dan Lavrov signifikan sebab untuk pertama kalinya dua negara berada pada halaman yang sama mencari solusi politik di Suriah. Namun, mereka tidak membicarakan nasib Presiden Bashar al-Assad.

Salah satu butir komunike Jenewa 30 Juni 2012 menyebutkan, kekuatan dunia akan menyiapkan pemerintah transisi di Suriah. Kesepakatan tersebut tak pernah diimplementasikan sebab gencatan gencatan senjata yang berlansung sementara seperti yang ada dalam butir lainnya juga tak pernah terwujud.

"Kami percaya bahwa komunike Jenewa adalah penting guna mengakhiri konflik berdarah di Suriah," ujar Kerry. Usai bertemu dengan Putin, Kerry mengatakan, "Amerika Serikat yakin bahwa kami bisa berbagi peran yang signifikan terhadap berbagai masalah di Suriah, di antaranya mengenai stabilitas kawasan serta tidak menciptakan ekstrimintas di manapun."

Menanggapi ucapan Kerry, Putin menjelaskan, "Pemerintahannya telah sepakat bekerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan di Suriah," lapor koresponden Al Jazeera David Chater dari Moskow.

AL JAZEERA | CHOIRUL

Topik hangat:
Perbudakan Buruh
| Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry

Berita Lainnya:
Akun Vitalia Sesha Pamer Foto di Twitter
Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?
Buruh Pabrik Panci yang Disekap Layak Dapat Rp 1 M
Yuki, Bos Perbudakan Buruh, Masih `Dilindungi`

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X