Perangko Amal 150 Tahun Palang Merah Diluncurkan

Perangko Amal 150 Tahun Palang Merah Diluncurkan

Sejumlah perangko bekas yang dijual di kios kaki lima filateli di samping gedung Filateli, Jakarta, (17/04). TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pos Indonesia meluncurkan perangko 150 tahun Palang Merah Internasional pada Rabu, 8 Mei 2013 di Museum Filateli Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Penerbitan perangko ini bertujuan untuk memperingati 150 tahun berdirinya Palang Merah Internasional, tepatnya tanggal 12 Oktober 1873.

Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, mengatakan penerbitan perangko amal 150 tahun Palang Merah Internasional ini merupakan wujud nyata komitmen Pos Indonesia dalam mendukung segala bentuk aktivitas yang bersifat kemanusiaan.

Ia menuturkan hasil penjualan perangko ini akan diserahkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) untuk berbagai kegiatan sosialnya. Selain itu, Pos Indonesia dan PMI juga akan melakukan kegiatan aksi menulis surat di 33 provinsi yang akan melibatkan PMI, Palang Merah Remaja, Korp Suka Rela, dan masyarakat umum.

"Dengan serangkaian sosialisasi yang kami lakukan bersama PMI, kami berharap dapat ikut aktif menyebarkan isu kemanusiaan yang bersifat positif yang selama ini menjadi fokus perhatian Palang Merah Internasional ke masyarakat Indonesia," kata I Ketut.

Perangko amal ini diterbitkan dalam dua keping perangko dengan latar belakang gambar wajah J. Henry Dunant dan Aktivitas Tanggap Penanggulangan Bencana dengan copure Rp 3.000. Perangko ini dicetak sebanyak 1 juta lembar.

Selain itu, juga diterbitkan Sampul Hari Pertama (SHP) dengan gambar latar belakang Aktivitas Tanggap Penanggulangan Bencana dengan harga Rp 8.500 dan dicetak sebanyak 4.000 lembar. Keseluruhan perangko amal dan SHP dicetak Perum Peruri.

LINDA TRIANITA

Topik hangat:


Perbudakan Buruh | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry

Baca juga:

Sering Mengingat Masa Lalu Bisa Sebabkan Insomnia

Jangan Anggap Sepele Insomnia

Cara Aman Atasi Gangguan Tidur

Tambah Langsing, Seleksi Alam Berubah pada Wanita

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X