Jenazah Abu Roban Dibawa ke Jakarta

Jenazah Abu Roban Dibawa ke Jakarta

Jenazah Abu Roban seorang dari tiga tersangka teroris dibawa ke Jakarta dengan ambulan DVI seusai diotopsi di RS Bhayangkara, Semarang (9/5). Tempo/Budi Purwanto)

TEMPO.CO, Semarang - Jenazah Abu Roban, 39 tahun, terduga anggota jaringan teroris yang ditembak anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror di Limpung, Batang, Jawa Tengah, Rabu sore kemarin, pada pukul 12 siang tadi dibawa dari Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Setalah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, Semarang, jenazah dibawa ke Jakarta dengan perjalanan darat dari Kendal menggunakan mobil ambulans Disaster Victim Identification milik Polri. Abu Roban ditembak oleh personel Detasemen Khusus 88 karena melawan saat ditangkap Rabu sore.

Pada saat yang sama, dari rumah sakit tersebut, Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama Brimob Polda Jawa Tengah juga membawa dua terduga jaringan teroris yang ditangkap hidup-hidup kemarin sore, yakni Sugiyanto, yang ditangkap di Limpung Batang, dan Purnawan Adi Sasongko, 38 tahun, yang ditangkap di Desa Tambak Sari, Rowosari, Kendal.

Dua orang tersebut dikeluarkan dari kompleks rumah sakit menggunakan dua mobil Avanza yang berbeda, dengan pengawalan ketat Brimob bersenjata lengkap. Lalu, dengan kepala tertutup ponco serta kedua tangan dan kaki terikat, keduanya dipindahkan ke dalam dua bus Brimob yang berbeda. Selanjutnya, ambulans dan dua bus tersebut dikawal vooridjer menuju Jakarta.

Kepala Bagian Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Djihartono, mengatakan, pemindahan jenazah Abu Roban ke RS Polri Kramat Jati untuk mempermudah pemeriksaan. "Dibawa ke Kramat Jati karena kasus ini ditangani Mabes Polri," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis, 9 Mei 2013.

Djihartono tidak memastikan tujuan pemindahan dua terduga teroris yang masih hidup. "Pemindahan dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan," ujarnya. "Bisa jadi ke Markas Brimob Kelapa Dua."

SOHIRIN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X