indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pilkada Jateng, Ada Kampanye Hitam Jatuhkan Bibit

Pilkada Jateng, Ada Kampanye Hitam Jatuhkan Bibit

Pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Tengah, Bibit Waluyo (kiri) dan Sudijono. TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Magelang - Pendukung pasangan calon Gubernur Jateng Bibit Waluyo-Sudiyono yang tergabung dalam Relawan Pelangi Bisa, akan segera melaporkan kampanye hitam atas calon mereka ke Panitia Pengawas Pemilu.

"Ada selebaran yang sengaja dibagikan untuk mendiskreditkan Pak Bibit," kata
Ketua Paguyuban Relawan Pelangi Bissa, Kota dan Kabupaten Magelang, Edy Boton, Kamis 9 Mei 2013.

Edy mengaku selebaran itu berisi dua buah berita dari surat kabar lokal di Jawa Tengah dan media online. Di selebaran juga ada gambar Bibit Waluyo disertai ajakan untuk tidak lagi memilih gubernur yang disokong Partai Demokrat itu.

Dua berita yang ada di selebaran menyangkut kasus korupsi APBD 2012 Semarang serta kontroversi seputar komentar Bibit yang sempat dikritik karena merendahkan jathilan.

"Selebaran itu disebar dari mobil kijang," kata Edy. Laporan ini, kata dia, didapat dari pendukung Bibit. Sampai saat ini, selebaran serupa ditemukan di Kota dan Kabupaten Magelang,Temanggung, dan Wonosobo.

"Tim kami terus membuntuti mobil tersebut dan kami melihat selebaran itu disebarkan," kata Edy. Dia memastikan mengatakan akan melaporkan tindakan tersebut ke Panwaslu pada Jumat, 10 Mei 2013. Saat ini, pihaknya tengah menyusun bukti-bukti untuk menguatkan tindakan kampanye hitam tersebut.

OLIVIA LEWI PRAMESTI


Topik Terhangat:

Penggerebekan Teroris |
E-KTP | Vitalia Sesha & Wanita-wanita Fathanah

Berita Terpopuler:

Vitalia Sesha: Ahmad Fathanah Itu Seperti Malaikat

Fathanah Pernah Main ke Apartemen Vitalia Sesha

Alex Ferguson Resmi Pensiun dari Manchester United

Vitalia Sesha Diajak Nikah oleh Ahmad Fathanah

Bos Perbudakan Buruh Panci, Yuki Irawan Buka Suara

Detik-detik Polisi Lumpuhkan Teroris Bandung

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X