Terduga Teroris William Maksum Anak Anggota MUI

Terduga Teroris William Maksum Anak Anggota MUI

Anggota tim Densus 88 melakukan penggerebekan terduga teroris di salah satu rumah kontrakan di Kampung Batu Rengat, Bandung, Rabu (8/5). Tersangka teroris melakukan perlawanan dengan menembak dan melempar beberapa bom pipa ke arah Densus 88. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - William Maksum, salah seorang terduga terduga teroris Bandung yang dicokok Densus 88 beberapa hari lalu, ternyata anak salah seorang anggota Majelis Ulama Indonesia, Ade Suherman. Selain itu, Ade merupakan seorang pengawas guru dan sekolah untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dan pemimpin Yayasan Pendidikan Darul Hikmah.

"Ya, William Maksum itu anak pertama dari enam anak saya. Saya sendiri anggota Dewan Fatwa MUI Pusat yang ikut menyusun fatwa menentang terorisme," Ade mengakui saat ditemui di rumahnya, Jalan Cikoneng, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat petang, 10 Mei 2013.

Ade mengaku tak mengetahui bagaimana dan di mana William ditangkap Densus. Pasalnya, saat itu Ade sedang menatar guru non-PNS di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ade mengaku mengetahui anak sulungnya itu ditangkap Densus setelah ditelepon salah seorang adiknya yang tinggal di Serang, Banten.

"Waktu jam 5 sore, adik saya sambil menangis bilang, dia lihat di TV, William ditangkap karena dianggap pimpinan teroris. Saya terus setel TV di kamar hotel, ternyata ada. Saya langsung ngagebeg (sangat kaget)," kata aktivis pendidikan yang tengah menempuh program doktoral soal politik kenegaraan menurut Syariat Islam di UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini.

Malam itu juga, Ade pulang ke Cikoneng. "Di sini, istri saya menangis terus, lalu pingsan. Istrinya William juga nangis-pingsan," kata dia. Ade sendiri baru mendapat kabar William ditangkap Densus setelah polisi dari Polda Jawa Barat mengantarkan surat penangkapan William berikut keterangan yang juga diteken William.

Namun ia mengaku masih bingung di mana dan bagaimana William ditangkap. "Pak Eko dari Polda ini bilang, William ditangkap di Tasikmalaya hari Senin. Tapi di TV dikatakan anak saya ditangkap di Cipacing (Kabupaten Sumedang) hari Rabu (8 Mei). Di mana sebenarnya William ditangkap, saya juga masih bingung," ujar Ade.

ERICK P. HARDI



Terhangat:
Teroris
| Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


Baca juga:

Ahok Kembali Tegaskan Konsep Jakarta Smart City

Kampung Deret Pertama Jokowi Ada di Petogogan

Ahok: Komnas HAM Tidak Paham Keadilan

Ahok: Pemprov Tak Perlu Datang ke Komnas HAM

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
9
Yang komentar dibawah saya ini koq aneh ya, malah "jualan" agama lain, kentara boss.. Jualan agama jangan di situs berita.. Lagian tuh agama kenapa..? Udah ga laku ya..? Komentarnya juga keliatannya dari 1 orang aja.. Hati-hati "Clandestine"
8
3
Wadohhh begini ternyata asliny y...MUI...jgn ajari masyarakat indo menjadi teroris kelas berat...hanya negara kita yg sangat fanatik ekstrem dg islam...d arab sj tdk sprti ini...SANGAT MENGECEWAKAN...Hidup dlm kerukunan dan mengerti leluhur n budaya akan lbh penting..bkn doktrin2 AGAMA MISI yg buat NEGARA MAKIN BODOH n MISKIN
5
2
Teroris memang musuh bersama. Untuk mendapat Islam yg murni perlu ilmu murni sperti di sini http://www.islamexpose.blogspot.com/
5
2
PENGAMAT DARI USA. KLOMPOK2 ISLAM JIHAD ATAU EXTREMIS ingin mendirikan pemerintahan Syariat Islam.Untuk mencapai tujuan tersebut mereka melakukan bermacam cara jihad walaupun perbuatan itu haram dan terkutuk seperti; Melakukan teror jihad atas nama Islam yaitu 1. membunuh orang orang yang tdk sepaham dengan mereka. 2. Melakukan perbuatan Korupsi Uang untuk membiayai dakwah Islam. 3. Melakukan korupsi interpretasi al Quran sesuai dengan jihad untuk mencapai tujuan yaitu pemerintahan Syariat Islam. Klompok2 Islam extrismis ini tidak ada lagi mempunyai RASA KASIH SAYANG DAN CINTA kepada manusia yang tidak sepaham dengan mereka. Mereka mau membunuh dengan bom2 bunuh diri seperti; Bali,Jakarta, Pakistan, Boston dll. Mereka membenci Demokrasi,HAM, Amerika, Syiah,Ahmadiyah, dan Kristen. BAGAIMANA CARA MENCEGAHNYA.lANJUTKAN DISINI;MODREN QURANIC INTERPRETATION.http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/jilbab-anjing-science.html
5
3
TERORIST JIHAD DAN KORUPSI; BAGAIMANA PENCEGAHAN TERORIST MUSLIM? 1. Pemerintah harus menambahkan mata pelajaran HAM untuk murid2 dari bangku sekolah dasar. 2. Haram ulama2,Usztad2 mengajarkan kebencian kepada klompok agama lain atau suku lain atas nama agama. Di Saudi semua buku2 pelajaran agama yg mengajarkan kebencian kpd agama lain sudah di MUSNAHKAN. 3. Pemahaman Islam harus di sesuaikan dengan ilmu yang luas. Mohon lanjutkan di website; MODREN ALQURANIC INTERPRETATION; JILBAB----ANJING----SCIENCE---ISLAM.http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/jilbab-anjing-science.html
Wajib Baca!
X