indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Nokia Asha 501, Bergaya dengan Harga Terjangkau

Nokia Asha 501, Bergaya dengan Harga Terjangkau

Seorang model menunjukkan aplikasi game action terbaru Power Pop dalam acara peluncuran Nokia Developer, own games di Jakarta, (23/4). Aplikasi game ini dapat diunduh secara gratis bagi para pengguna Nokia Asha. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta-Nokia kembali meluncurkan produk Asha terbaru dengan seri 501. Dengan layar sentuh 3 inch, Nokia Asha 501 tampil dengan desain lebih kecil dari variasi seri telepon pintar Windows Lumia. Hadir dengan pilihan variasi warna untuk tampilan luarnya, Asha 501 dibanderol dengan harga relatif terjangkau yakni $99.

Tidak jauh berbeda dengan telepon pintar lainnya, Asha 501 dilengkapi dengan koneksi bluetooh dan Wifi, kamera 3.2 Mega pixel dan pilihan memori MicroSd yang dapat di upgrade sampai 32GB. Selain itu, dalam situs ABCNEWS, Nokia mengklaim perangkat baterai seukuran telapak tangan dengan muatan 1200 mAh mampu bertahan lama dalam kurun waktu 48 hari dengan jaringan data sebesar 2G. Hal itu setara dengan 17 jam waktu bicara dan 56 jam pemutaran musik.

Meskipun Asha 501 tidak memiliki kecepatan jaringan data 3G atau 4G, ponsel ini dilengkapi Nokia Xpress Browser baru. Xpress Browser mampu mengkompres data internet hingga 90 persen, yang menjadikan Asha 501 menjadi mobile browsing yang bisa diterima di pasaran dan memberikan pilihan biaya data yang lebih murah bagi penggunanya khususnya untuk pasaran negara berkembang.

Sistem operasi ponsel baru Nokia ini ternyata telah menarik pengembang aplikasi dari beberapa pencipta konten popular diantaranya Apple iOS, Google Android, Facebook, Twitter, Linkedln, Gameloft termasuk juga CNN dan ESPN.

Dengan spesifikasinya yang rendah, harga terjangkau, dan konektivitas 2G, Nokia Asha 501 sebenarnya tidak ditujukan untuk pengguna telepon pintar yang mendambakan Samsung Galaxy S4 atau HTC One. Sebaliknya, Asha 501 ditujukan pada pasar berkembang seperti India dan Amerika Latin dengan alasan bahwa jaringan 2G masih yang paling umum digunakan di negara-negara tersebut.

ABCNEWS | HOSPITA YS

Terhangat:

Teroris
| E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Baca juga:

Gerhana Matahari Lebih Jelas di Indonesia Timur

Ini Cara Mengamati Gerhana Matahari

Alex Ferguson Di-Mention 6 Juta Kali dalam 24 Jam

20 Mei, Yogyakarta Uji Coba Bus Listrik

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X