Skandal Mata-mata, dari Anna Chapman sampai Fogle

Skandal Mata-mata, dari Anna Chapman sampai Fogle

Cynthia Murphy alias Lydia Guryev (kiri atas), Patricia Mills alias Natalia Pereverzeva, Anna Chapman, Tracey Lee Ann Foley alias Elena Vavilova, Vicky Pelaez, Richard Murphy (kiri bawah) alias Vladimir Guryev, Michael Zottoli alias Mikhail Kutsik, Mikhail Semenko, Donald Howard Heathfield alias Andrey Bezrukov dan Juan Lazaro alias Mikhail Vasenkov. AP/U.S. Marshals

TEMPO.CO, Moskow - Penangkapan agen dinas Rahasia Amerika Serikat CIA (Central Intelligence Agency) Ryan Fogle di Moskow, 13 Mei 2013, menjadi skandal spionase pertama dalam tahun ini yang melibatkan dua negara besar: Amerika dan Russia. Kasus ini akan membayangi hubungan Russia dengan negara Barat di Millenium baru, setelah Perang Dingin sudah lama berakhir.

Salah satu skandal mata-mata terbesar antara Moskow dan Washington terjadi tiga tahun lalu ketika FBI membongkar sebuah jaringan tidur mata-mata Rusia. Sepuluh orang, termasuk Anna Chapman--yang kini menjadi model dan selebriti terkenal--ditangkap di Amerika Serikat pada bulan Juni 2010. Tak lama setelah itu, mereka diusir dari Amerika kemudian dan dipertukarkan dengan empat mata-mata Amerika yang menjalani hukuman penjara di Rusia. Pertukaran tahanan terbesar sejak runtuhnya Uni Sovyet dan kini menjadi Russia berlangsung di Wina, 9 Juli 2010.

Banyak agen Rusia telah bekerja menyamar di AS selama bertahun-tahun dan memiliki rumah dan keluarga di sana. Pada saat Anna Chapman dan kawan-kawannya kembali ke Rusia, mereka diberi penghargaan tertinggi dari negara. Skandal ini membawa ketenaran bagi Chapman, yang setelah itu dia berpose untuk majalah pria Maxim dan sekarang bekerja sebagai presenter acara TV di saluran Rusia.

Anggota ke-11 jaringan mata-mata Russia ditangkap di Siprus, tapi menghilang setelah dibebaskan dengan jaminan. Keberadaan mata-mata itu, termasuk nama aslinya, masih belum diketahui oleh publik. Pria berusia pertengahan lima puluhan ini diduga telah menggunakan identitas seorang anak Kanada, Christopher Metsos, yang meninggal pada usia 5 tahun.

Pada tahun yang sama, kontra-intelijen Rusia juga menangkap warganya yang membocorkan data rahasia kepada Pentagon, kantor Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pada bulan Mei 2010, warga Russia itu, Gennady Sipachev, dinyatakan bersalah karena menyerahkan peta militer rahasia kepada Pentagon. Penyelidik percaya AS bisa menggunakan peta itu untuk membuat target rudal jelajah Amerika terhadap situs di Rusia lebih akurat. Sipachev dijatuhi hukuman hanya empat tahun dari ancaman 20 tahun penjara setelah ia bersedia bekerja sama dengan penyelidik.

Masih terkait soal peta militer, Mei 2012 lalu, Kolonel Rusia Vladimir Lazar mendapat hukuman 12 tahun penjara dan kehilangan jabatannya karena menjadi mata-mata untuk Amerika. Menurut jaksa, pada tahun 2008 ia membeli lebih dari 7.000 gambar elektronik peta topografi Rusia dari Sipachev. Dia kemudian membawa dokumen-dokumen rahasia itu ke Belarusia dan menyerahkannya kepada mata-mata militer AS Aleksandr Lesment, yang tinggal di Estonia.

Pada bulan Juni 2012, Pengadilan Militer Moskow menghukum kolonel dinas rahasia Rusia, FSB, Valery Mikhailov, dengan hukuman 18 tahun penjara karena kasus pengkhianatan tingkat tinggi. Penyelidik mengatakan, saat bertugas di FSB, Mikhailov--atas inisiatifnya sendiri--menghubungi perwira intelijen CIA di Moskow dan menyerahkan rahasia negara Rusia kepada mereka.

Skandal mata-mata besar lainnya terjadi tahun 2000 ketika Paus Edmond, mantan perwira intelijen Angkatan Laut AS, ditangkap di Moskow karena membeli informasi tentang torpedo Rusia, VA-111 Shkval (Squall) dari profesor Rusia, Anatoly Babkin. Edmond menjadi orang Amerika pertama yang dihukum karena spionase di Rusia sejak kasus Gary Powers pada tahun 1960. Edmon dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, tetapi diampuni oleh Vladimir Putin kurang dari setahun setelah sidang vonisnya.

Penangkapan Edmond tidak menghentikan upaya intelijen AS untuk mendapatkan informasi tentang torpedo Squall. Pada tahun 2002, dua agen CIA yang menggunakan bekerja penyamaran sebagai diplomat AS ditahan di ibu kota Rusia karena soal serupa.

Pada tahun 2001, agen FBI Robert Hanssen ditangkap karena menjadi mata-mata Rusia (sebelumnya Uni Soviet) selama lebih dari 15 tahun. Dia ditahan di Virginia setelah memasok data rahasia untuk intelijen Rusia. Orang inilah yang membocorkan nama-nama puluhan mata-mata Amerika dan menyerahkan lebih dari 6.000 halaman data rahasia ke Moskow. 

Hanssen juga yang mengungkapkan soal program kontra-intelijen Amerika serta rencana aksi Amerika dalam menghadapi kemungkinan serangan nuklir. Berkat dia, Moskow diberitahu adanya sebuah terowongan yang digali Biro Penyelidik Federal (FBI) AS di bawah Kedutaan Soviet di Washington, yang dibangun pada tahun 1977.

Sebagai buntut dari skandal besar ini, empat diplomat Rusia diusir dari AS dan 46 lainnya diminta untuk meninggalkan daratan Amerika. Rusia, sebagai balasannya, mengumumkan pengusiran 50 diplomat Amerika dari wilayahnya. Pada akhirnya hanya empat pegawai kedutaan Amerika yang meninggalkan Moskow. Pada bulan Mei 2002, Hanssen dijatuhi hukuman 15 hukuman seumur hidup berturut-turut.

Salah satu drama mata-mata paling menarik dalam satu dekade ini berlangsung pada tahun 2006, saat televisi pemerintah Rusia merilis video pengintaian yang menunjukkan diplomat Inggris tertangkap tangan saat mereka menggunakan gadget teknologi tinggi tersembunyi di dalam batu palsu untuk bertukar informasi dengan agen dinas rahasia Inggris (Secret Intelligence Service), yang akrab dikenal dengan MI6.

Menurut laporan TV itu, diperlukan tidak lebih dari hanya beberapa detik untuk mengunduh dan mengunggah data ke perangkat canggih itu. Kontra-intelijen FSB menemukan batu mata-mata (spy rock) itu ditempatkan di sebuah taman di pinggiran Moskow. Soal ini sempat memicu pertikaian diplomatik antara Russia dan Inggris. Barulah pada awal tahun 2012 Inggris mengakui bahwa pihaknya berada di balik spy rock itu.

RUSSIA TODAY | ABDUL MANAN

Berita Terkait:

Russia Perintahkan Pengusiran Mata-mata CIA
Inilah Isi Surat Agen CIA yang Disita Rusia
Ketahuan Rekrut 'Intel' Agen CIA Ditahan di Moskow
Dinas Rahasia Russia Tangkap Agen CIA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X