Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh

Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh

Jutaan umat muslim bergerak menuju Mina usai bermalam (mabit) di Musdalifah, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (6/11) dini hari. Jutaan calon haji bergerak ke Mina untuk melempar jumroh. ANTARA/Prasetyo Utomo

TEMPO.CO, Jakarta - Isu coronavirus yang kabarnya tengah menyerang negara-negara Timur Tengah tidak mempengaruhi perjalanan umroh. Penanggung jawab Biro Perjalanan Haji dan Umroh Prima Saidah Tour And Travel, Yunus, mengatakan jemaah umroh yang mendaftar di tempatnya belum mengalami penurunan. “Masih stabil,” katanya ketika dihubungi Tempo, Kamis, 16 Mei 2013.

Yunus mengaku bahwa pihaknya sudah mengetahui isu penyebaran virus corona beberapa hari lalu. Untuk mengantisipasi penularan virus, menurut dia, biro perjalanannya memberikan vaksin kepada para jemaah. "Untuk keselamatan para jemaah juga."

Meskipun sudah disarankan untuk vaksin, menurut Yunus, masih ada saja jemaah yang menolak. Mereka beralasan tidak mungkin ada halangan selama menjalankan ibadah. "Mereka sangat yakin akan hal itu," katanya.

Yunus mengatakan jumlah jemaah yang melaui biro perjalanannya masih tinggi, khususnya jemaah umroh. Jumlah jemaah yang tercatat selama empat bulan ini sudah mencapai ribuan. "Sudah hampir 4 ribu jemaah yang kami berangkatkan," katanya.

Dia menjelaskan, Prima Saidah Tour and Travel pasti menjalankan prosedur dan standar operasional perjalanan demi keselamatan calon jemaah.

AMRI MAHBUB

Topik Terhangat:

PKS Vs KPK
E-KTP Vitalia Sesha Ahmad Fathanah Perbudakan Buruh


Baca Juga:

KPK Tangkap Tangan Penyidik Pajak 

BlackBerry Messenger Hadir di Android dan IOS 

Digosipkan Selingkuh, Ingrid Kansil Tetap Kerja 

Dewi Kirana Sempat Bilang Kasihan Istri Fathanah 

Hilmi dan Suswono Janjikan Bantu Indoguna 

Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X