Aiptu Labora Sitorus Ditangkap Bareskrim

Aiptu Labora Sitorus Ditangkap Bareskrim

Iptu Labora Sitorus anggota polisi Papua. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Ajun Inspektur Satu Labora Sitorus ditangkap oleh tim dari Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Sabtu, 19 Mei 2013. Polisi dari Kepolisian Resor Raja Ampat, Papua, ini ditangkap pukul 20.00 seusai bertemu selama dua jam dengan Komisi Kepolisian Nasional.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, kemarin mengatakan penangkapan tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan penyelundupan bahan bakar minyak dan pembalakan liar. Sitorus merupakan tersangka dua kasus itu.

Polda Papua menyidik kasus ini sejak Maret lalu. Belakangan, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi (PPATK) menemukan transaksi mencurigakan di rekening Sitorus yang mencapai Rp 1,5 triliun. Transaksi itu diduga berkaitan dengan dua bisnis Sitorus, eksportir kayu melalui PT Road Dua dan penjualan BBM lewat PT Seno Adi Wijaya.

Gayung bersambut. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim mengusut dugaan pencucian uang Sitorus. Kamis pekan lalu, Direktur Tindak Pidana Eksus Brigadir Jenderal Arief Sulityanto, mengatakan tercatat ada 60 rekening terafiliasi dengan Sitorus dengan ribuan transaksi. Dia belum memastikan total rekening tersebut. Namun, kata dia, jumlah Rp 1,5 triliun merupakan kumulatif dari transaksi penerimaan, pengeluaran, dan saldo di rekening-rekening tersebut.

Ihwal penangkapan di kantor Kompolnas, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, maupun Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto, yang dikonfirmasi mengatakan belum mengetahuinya. Sebab, Suhardi baru saja kembali sehabis kegiatan dinas di luar negeri.

RUSMAN PARAQBUEQ

Topik Terpopuler
PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita
Terpopuler


 


Meski Sepesawat, Tifatul 'Ngaku' Tak Kenal Fathanah 
Pacaran dengan Fatin Shidqia? Mikha Angelo Senyum 

Sopir Fathanah Mengaku Serahkan Duit kepada Luthfi








Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X