Menjajal All New Xenia di Tanjakan Ciwidey

Menjajal All New Xenia di Tanjakan Ciwidey

Mobil keluaran Daihatsu terbaru, All New Xenia diparkir saat akan mengikuti test drive di Ciwidey, Bandung (19/5). Tempo/ Nur Haryanto

TEMPO.CO, Bandung - Bagaimana ketangguhan Daihatsu Xenia yang terbaru? Daripada penasaran, Tempo ikut menjajal mobil yang kini dilengkapi beberapa fitur baru itu. Dalam acara test drive "Extra Aman Extra Nyaman" akhir pekan lalu, Sabtu 18 Mei 2013, mobil Daihatsu Xenia R Sporty dipacu dari Kota Bandung menuju kawasan pegunungan Ciwidey.

Duduk di belakang kemudi akan terasa beda jika dibanding dengan Xenia keluaran sebelumnya. Di dashboard, perangkat LCD dengan layar sentuh menjadi pemandangan baru di kelas mobil keluarga ini. Bukan sekedar hiasan, semua aplikasi hiburan maupun informasi GPS disodorkan oleh alat ini.

Tak sabar, navigasi GPS langsung dinyalakan untuk mencari tahu informasi menuju kawah Putih, Ciwidey. Hanya beberapa kali sentuhan jari di papan informasi LCD, langsung muncul data-data tempat tujuan, jarak, dan rute jalan, langsung terpampang dalam hitungan detik.

Hemm ... ini saatnya. Rem tangan mulai diturunkan, gas dinjak pelan-pelan. Perjalanan menempuh waktu tak kurang dari dua jam. Setelah lepas dari keriuhan lalu lintas jalan Kota Bandung, tanjakan dan belokan tajam menuju Kawah Putih mulai terasa. Sesekali, suara lembut wanita terdengar. "100 meter lagi belokan tajam ke kiri." Itu tadi bukan suara penumpang lain di dalam mobil, tapi suara peringatan dari alat navigasi tersebut.

Sambil melirik layar LCD, terpampang jalur di depan dengan anak panah yang terus bergerak seperti ular. Berkelok-kelok menyusuri jalan tanjakan. Itulah fitur, yang sangat membantu pengemudi dalam perjalanan jika tak mengetahui medan, atau tersesat di jalan. Navigasi ini menjadi fitur tambahan yang lumayan mewah untuk kelas ini.

Saat melalui tanjakan tajam setelah belokan,tenaga Xenia terasa terengah-engah untuk merayap naik. Pengemudi harus bersabar dengan gigi satu atau sesekali menggunakan gigi dua setelah dirasa cukup landai. Sementara kemudi dengan gaya sporty--lingkar yang lebih kecil--memudahkan pergerakan tangan mengarahkan mobil menyusuri jalan. Tangan lebih mudah mengambil respons untuk memutar kemudi, saat turunan yang menukik dan jalan yang berkelok-kelok.


Selanjutnya: Berpacu dengan Viking Persib ....


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X