Penjual Es Balok Tewas Digorok

Penjual Es Balok Tewas Digorok

Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

TEMPO.CO, Bogor -- Seorang lelaki sepuh ditemukan tewas di Pasar Anyar Bolk AA, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dengan luka terbuka di leher, Senin, 27 Mei 2013. Lelaki bernama Sugandi alias Abah Bandit, 63 tahun, itu sehari-hari dikenal sebagai pedagang es balok di Kampung Tamansari RT 01/4, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

"Korban ditemukan dengan posisi telentang menggunakan celana panjang hitam, baju koko krem, dan jaket hitam serta bertopi," kata Kepala Kepolisian Sektor Bogor Tengah, Komisaris Victor Gatot H.S.

Victor menduga pelaku dua kali menebas leher korban dengan senjata tajam. Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh seorang pedagang bernama Supaman, 42 tahun, sekitar pukul 05.00. "Korban tergeletak di depan kios mi ayam Apollo," ujar Viktor. Polisi belum mengetahui motif dan pelaku pembunuhan itu. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk diotopsi.

Khafi, 45 tahun, bos korban, mengatakan, almarhum biasa datang ke depot es setiap pukul 04.00 dengan dua temannya, Uci dan Emis. "Mereka mengantar es untuk pedagang-pedagang di pasar Anyar, yang sudah menjadi langganan," kata Khafi.

Beberapa tahun terakhir ini, muncul pedagang es pesaing yang berusaha merebut langganan korban. "Anak buah saya sempat mengeluh, tapi saya tidak mau berburuk sangka dulu," kata Khafi di RS PMI.

Menurut dia, korban bekerja di tempatnya itu sudah puluhan tahun. "Menurut informasi, Abah datang jam 04.00, dan belum sampai ke lapak es, tapi sudah ditemukan tewas tidak jauh dari lapak tempat penyimpanan es," kata dia.

Dedi, 29 tahun, keponakan korban, mengatakan, bulan depan, korban sudah memiliki rencana untuk menikahkan putri bungsunya.

M. SIDIK PERMANA

Berita Terpopuler:

Pelaku Potong 'Burung' Ajak Muhyi Menikah

Korban Potong 'Burung' Minta Pelaku Divisum

Korban Potong 'Burung' Menolak Nikahi Tersangka
Interpelasi soal KJS, Jokowi: Bukan Masalah!

E-Tiket, Penumpang Numpuk di Stasiun Pondok Cina

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X