Indonesia Belum Punya Vaksin Corona

Indonesia Belum Punya Vaksin Corona

Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl H.R.Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9 Blok A. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pemerintah belum punya vaksin untuk mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia. Dia mengatakan upaya yang dilakukan saat ini adalah upaya pencegahan masuknya virus itu di tanah air. "Kita belum punya dan belum ada rencana untuk membeli vaksin yang bisa mencegah," kata dia pada Kamis, 30 Mei 2013.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyampaikan keberadaan Virus Corona yang mirip Virus SARS. WHO menyebut virus ini telah menyebar di kawasan Timur Tengah. Telah dipastikan virus ini menular antar manusia. Indonesia diduga berpotensi terjangkit virus ini.

Beberapa waktu lalu WHO mengatakan virus ini telah menyebar antar-pasien yang dirawat dalam satu rumah sakit. Di sebuah rumah sakit Arab Saudi, 15 pasien sedang bertahan untuk melawan virus ini. sebelumnya tujuh pasien meninggal dunia karena virus yang virus yang menyerang saluran pernapasan, lapisan paru-paru, dan ginjal ini.

Ali mengatakan upaya yang dilakukan untuk mencegah virus ini masuk ke Indonesia yaitu dengan melakukan monitoring dan pemeriksaan. Pemerintah, kata dia, akan mempersiapkan kesehatan calon cemaah haji atau umroh yang akan berangkat ke wilayah di Timur Tengah.

"Yang bisa kita lakukan saat ini memastikan mereka yang akan bepergian ke Timur Tengah dalam keadaan sehat. Jika tubuh fit, imun tubuh terhadap virus juga meningkat," ujarnya.

RAMADHANI



Topik Terhangat:
Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Berita Terpopuler:
Jadi Tersangka, Farhat Abbas Dicoret sebagai Caleg
Jokowi Berpeluang Jadi Calon Presiden dari PDIP

Dokter: 'Burung' Muhyi Tak Bisa Disambung Lagi

Bertemu Ganjar, Bibit Teringat Pesan Mega

Cara KPK Sindir Darin Mumtazah



Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X