Rayuan Ahmad Dhani untuk Mulan Jameela

Rayuan Ahmad Dhani untuk Mulan Jameela

Mulan Jameela dan Ahmad Dhani. ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak rilis album pertamanya pada 2008, akhirnya Mulan Jameela kembali merilis album terbarunya di tahun ini, berjudul 99 Volume 1. Dalam album tersebut, Mulan memberikan sesuatu yang berbeda, yaitu membawakan sebuah lagu dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

"Di album ini juga saya bawain lagu Queen, Bicycle Race," kata Mulan saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Mei 2013. Menurut Mulan, lagu tersebut pilihan Ahmad Dhani karena Dhani memang dikenal suka dengan lagu-lagu Queen.

Pada awalnya, Dhani meminta Mulan menyanyikan lagu tersebut. Pria empat anak itu sadar betul tingkat kesulitan dalam lagu itu. "Aku juga enggak tahu kenapa Mas Dhani selalu kasih PR ke aku," katanya. Meski awalnya Mulan menolak, tapi Dhani merayu Mulan dan meyakinkan Mulan bahwa dia bisa menyanyikannya.

Di balik pemilihan lagu Bicyle Race, ternyata Dhani memiliki alasannya tersendiri. "Misi saya di musik adalah memperkenalkan lagu-lagu bagus di Indonesia. Mungkin ke depannya ada lagu-lagu yang lain juga," kata Dhani menjelaskan.

Album 99 Volume 1 ini dirilis dalam balutan yang istimewa. "Balutannya ekslusif dengan harga yang mahal," kata Mulan. Album ini dirilis di pasaran seharga Rp 159 ribu.

NANDA HADIYANTI

Berita Lain:
Agnes Monica: Ahmad Dhani Sudah Tua
Ahmad Dhani Dapat Kue Ultah Bikini
DiCaprio Kencani Bidadari Victoria's Secret Lagi 
Jokowi Diajak Duet oleh Arkarna 
Adinia Wirasti Setia Berkarir di Indonesia

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Bicara soal Dani atau seputar selebritis hanya mubazir sebab membuang energi dan pikiran, sudah jelas mereka bergelut soal cinta...cinta...cinta melulu, bahkan lagu-lagu pop sekarang hanya angin segar sesaat, beda jauh dengan kita mendengarkan lagu-lagu legendaris dari semua jenis 40 s/d 50 tahun yang lalu masih menggema hingga sekarang. Pemusik di Indonesia saat ini melulu jago kandang dan menularkan virus2 negatif bagi regenerasi, mulai dari soal lagu, busana, penampilan dan cara bicaranya. Kita kasihan dengan para ABG yang ikut terlena sehingga menjadi korban zaman reformasi yang penuh eforia belaka, sehingga para orangtua hilang kendali untuk mendidik anak-anaknya terjerumus ke pergaulan bebas, anehnya lagi si anak bagaikan kertas putih yang terbang melayang tertiup angin sebab tidak punya pendirian yang tetap atau tidak percaya diri.
Wajib Baca!
X