E-Ticketing KRL Diterapkan, Penumpang Bingung

E-Ticketing KRL Diterapkan, Penumpang Bingung

Alat top-up tiket elektronik (e-ticketing) yang belum dioperasionalkan di Loket Stasiun Manggarai, Jakarta (31/05). PT KAI Commuter Jabodetabek, menunda penerapan e-ticketing hingga 1 Juli mendatang. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Bogor - Pada hari pertama pemberlakuan tiket elektronik (e-ticketing) dan pintu elektronik (e-gate) di Stasiun Besar Bogor, masih banyak pengguna kereta rel listrik (KRL) yang bingung bagaimana cara menggunakan fasilitas yang baru diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini.

Akibatnya, antrean panjang calon pengguna moda transportasi ini terlihat di depan loket pembelian e-ticket dan e-gate sebagai akses masuk-keluar penumpang. "Karena pertama kali diberlakukan, banyak masyarakat yang bingung dan tidak mengerti bagaimana cara menggunakan alat ini," kata Direktur KCJ Tri Handoyo di Stasiun Besar Bogor, Sabtu, 1 Juni 2013.

Dia mengatakan, untuk mempermudah pengguna KRL yang akan masuk dengan menggunakan kartu comet ini, PT KCJ tetap menyediakan sejumlah petugas untuk memandu sekaligus mensosialisasikan tata cara penggunaannya. "Petugas kami akan memandu dan memberi tahu cara penggunaan e-ticket dan e-gate bagi pengguna supaya mereka terbiasa menggunakan ini, dan ke depannya tanpa harus dipandu lagi," ujarnya.

"Untuk sementara, kami juga masih melayani pembelian tiket kertas, jika itu memang terjadi antrean yang panjang. Namun, pada tanggal 1 Juli mendatang, pemberlakuan e-ticket ini total diberlakukan," Tri menambahkan.

Sebagai langkah awal sosialiasi, pihak PT KAI dan KCJ memberlakukan pengoperasian sistem e-ticketing hanya dari pukul 09.00 sampai 16.00. "Untuk jam sibuk atau jam berangkat dan pulang karyawan bekerja, kami masih memberlakukan sistem seperti biasa, yakni penjualan karcis kertas agar tidak terjadi antrean penumpang yang membeli tiket dan masuk ke stasiun," kata dia.

Sementara itu, Eka Yanti, 28 tahun, salah seorang penumpang, mengaku masih bingung dan tidak tahu mengoperasikan tiket elektronik itu. Setelah membeli e-ticket, ia sempat berdiri selama 15 menit untuk memperhatikan penumpang lain menggunakan kartu tersebut. "Saya belum tahu menggunakannya, makanya saya lihat orang lain dulu saja cara menggunakannya," kata dia sambil tersenyum.

M. SIDIK PERMANA

Topik terhangat:
Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

Berita lainnya:
KPK: Nama Priyo Budi Santoso Sudah Dicatat

Ronaldo Ditawar Rp 12 Triliun, Madrid Ogah Lepas

SBY Dapat World Statesman Award, Beri 4 Janji

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
PT KAI contohlah Jepang dan Korea metrolin. Pasang TV ditiap stasiun maupun dalam gerbong yg memuter bagaimana cara penggunaan e-ticket, mulai dari antri-masuk gate-keluar gate. Dan bagaimana disiplin antri masuk-keluar gerbong kereta di platform, tata kesopanan digerbong wanita, tempat duduk buat orang tua dll.
Wajib Baca!
X