Tabrakan Kapal di Tanjung Priok Murni Human Error

Tabrakan Kapal di Tanjung Priok Murni Human Error

remacle.org

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Syahbandar Kelas Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Kapten Arifin Soenardjo, mengatakan, tabrakan Kapal Bahari Utama dan Kapal Lintas Bengkulu pada Jumat, 31 Mei 2013, pukul 21.15 WIB, murni karena kesalahan manusia. "Penyebabnya human error semata," kata Arifin melalui sambungan telepon, Ahad, 2 Juni 2013.

Hasil pemeriksaan syahbandar menunjukkan tabrakan dua kapal ini merupakan kesalahan dari para nakhodanya. "Nakhoda dua-duanya salah dengan volume kesalahan berbeda," ujarnya. Hingga kini, juru mudi Kapal Bahari Utama, William Ramses, belum ditemukan.

Saat kejadian, nakhoda William diduga masih berada di dalam kapal yang akhirnya tenggelam. Arifin menambahkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh petugas patroli. "Petugas terus mengelilingi lokasi kapal tenggelam," katanya.

Tabrakan itu terjadi di titik 1,7 mil dari pintu dam pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hingga kini, bangkai kapal belum dievakuasi.

Syahbandar telah memeriksa seluruh anak buah kapal yang berada di dua kapal tersebut. Pemeriksaan diutamakan kepada para perwira kapal yang bertugas saat peristiwa tabrakan terjadi. Arifin menjelaskan, proses hukum kejadian ini akan diserahkan kepada Mahkamah Pelayaran satu bulan lagi.

MAYA NAWANGWULAN

Topik terhangat:
Penembakan Tito Kei
| Tarif Baru KRL| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK

Berita lainnya:
Malam Jahanam, Geng Motor Atiet Abang Dijebak XTC

Baliho Hanura: Harry Tanoe, Wiranto, dan Soeharto
John Kei Hanya Boleh Layat Anak atau Orang Tua

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X