Gaikindo Sambut Keputusan Pemerintah Soal LCGC

Gaikindo Sambut Keputusan Pemerintah Soal LCGC

Executive Vice President Toyota Motor Corporation Yukitoshi Funo (kiri), Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (2kiri), Dirut Astra International, Prijono Sugiarto (3kiri) pada pengumuman kolaborasi Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla di Jakarta, Rabu (19/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Juwono, menyatakan, turunnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Mobil Hijau dinilai sangat positif bagi otomotif Indonesia ke depan. "Kami sangat mendukung peraturan ini," kata dia ketika dihubungi Tempo pagi ini, Kamis, 6 Juni 2013.

Menurut dia, segmen industri otomotif mendatang akan semakin beragam. Program awalnya, Juwono menjelaskan, merupakan low carbon emission (LCE) dan memiliki cabang-cabangnya, yakni low cost green car (LCGC), mobil hibrida, mobil listrik, dan mobil gas. "Konsumen akan memiliki banyak pilihan segmen mobil," ujar Juwono.

Selain bagus untuk industri otomotif, Juwono menyatakan, sangat bagus untuk penurunan emisi di Indonesia pada masa mendatang. "Tingkat CO2 yang selama ini tinggi bisa turun," kata dia.

Namun, Juwono menambahkan, Gaikindo belum bisa berkomentar lebih banyak mengenai peraturan ini. Alasannya, Gaikindo belum menerima salinan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 itu. "Keputusan dari Menteri (Perindustrian) juga belum turun," ujarnya.

Juwono memprediksi aturan-aturan detail dari Kementerian Perindustrian akan turun Juli mendatang. Dia mengatakan aturan-aturan yang akan ditetapkan Menteri memang harus jelas. "Kami tunggu aturan-aturan tersebut turun, baru komentar lebih lanjut," kata Juwono.

Kemarin, Rabu, 5 Juni 2013, Menteri Perindustrian Muhammad Suleman Hidayat mengatakan PP mengenai mobil hijau sudah resmi turun di Kementerian Perindustrian. "Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor," kata dia di kantornya.

Menteri Hidayat menuturkan, PP ini sudah diteken dari tanggal 23 Mei 2013 lalu. Pengumuman PP ini, kata dia, memang lama karena menunggu nomor resminya. "Tapi sekarang sudah turun, bisa langsung diproduksi," kata Menteri Hidayat.

Dia juga mengatakan akan ada suatu acara yang mempertemukan semua produsen mobil yang ada di Indonesia. Ini bertujuan untuk menyukseskan program penghematan energi sejalan dengan rencana pemerintah. "Mobil-mobil ini nantinya bisa jadi alternatif terkait naiknya harga bahan bakar minyak," ujar dia.

AMRI MAHBUB





Topik terhangat:
Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK


Berita terpopuler:

Berkas Sang Pemotong `Burung` Diterima Kejaksaan

Didenda Rp 8,2 Miliar, Ini Jawaban PT Priamanaya

Geng Sopir Angkot 'The Doctor' Lakukan Pembunuhan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X