Warga Beji Ancam Tutup Semua Akses Stasiun UI

Warga Beji Ancam Tutup Semua Akses Stasiun UI

Pembongkaran Kios di Stasiun UI Ricuh

TEMPO.CO, Depok--Warga RT 2 RW 7, Pondok Cina, Beji, Depok mengancam akan menutup semua akses ke stasiun UI jika PT KAI tidak memberikan akses mahasiswa dan masyarakat melalui Jalan Pepaya ke kampus UI.

"Semua warga menolak jika (akses jalan Pepaya) ditutup. Kalau dipaksakan, warga akan tutup semua (akses), mereka mau kemana?" Kata Ketua RT 2 RW 7, Pondok Cina, Beji, Depok, Helmi Ibrahim saat ditemui Tempo di rumahnya, Rabu, 5 Juni 2013.

Deputy 1 EVP PT KAI Daop 1 Jakarta, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan PT KAI akan menutup akses loket peron arah Jakarta dari jalan Pepaya. Akses lewat jalan ini mempersulit sterilisasi stasiun karena banyak masyarakat selain penumpang yang melewati peron untuk menuju kampus UI. Mahasiswa dan masyarakat yang pulang pergi ke UI menggunkan akses gang Pepaya Pondok Cina yang menghubungkan stasiun dengan Jalan Raya Margonda.

Dwiyana mengatakan, PT KAI hanya akan memakai satu pintu di stasiun UI, yaitu pintu dari arah kampus UI peron Bogor atau di kantor stasiun tersebut. Sebanyak 2-3 gate akan dipasang di depan kantor stasiun UI sehingga para penumpang tidak lagi kocar kacir.

Mahasiswa dan masyarakat dari arah jalan Raya Margonda nantinya akan diarahkan ke gang Sawo yang berjarak sekitar 150 meter dari gang Pepaya. Dari gang Sawo penumpang akan melewati lintasan di belakang halte tempat mahasiswa menunggu mobil kampus dan masuk gate melalui pintu utama.

Helmi mengatakan, jika PT KAI menutup akses jalan Pepaya maka warga juga akan menutup akses jalan Sawo. Helmi mengatakan sudah bertemu dengan Kepala Stasiun UI Akyadi dan menanyakan rencana penutupan itu. "Banyak warga yang bertanya setelah baca berita di Tempo.co, akhirnya saya telepon KS dan meminta ke rumah," kata dia. (Stasiun UI Akan Tutup Loket Peron Jakarta)

Akyadi, kata Helmi, membenarkan adanya rencana itu. Tetapi Akyadi juga mengatakan keputusan itu belum final. "Saya gambar lokasi daerah ini dan dia ()Akyadi) bilang akan usahakan," katanya. Akyadi juga mengatakan kepada Helmi bahwa masih banyak versi di antara petinggi PT KAI terkait rencana penutupan itu. "Masih ada beberapa versi. Masih didiskusikan."

Helmi mengatakan, PT KAI tidak boleh langsung menutup akses itu tanpa mempertimbangkan warga. Soalnya, dari dulu warga juga telah membantu penumpang KRL untuk menggunakan akses itu. Jalan Pepaya, kata Akyadi, adalah tanah warga yang selama ini memfasilitasi kebutuhan PT KAI. "Dulu orang ke stasiun ribet akhirnya warga memperlebar jalan itu. Warga sudah berkorban dan sekarang mau tutup begitu saja."

Kepada PT KAI, Helmi memberikan solusi agar akses itu tetap bisa digunakan. PT KAI harus membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan. Sehingga mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Satu meter saja jalan setapaknya, yang pentingkan tidak jalan di dalam peron," kata dia. Helmi mengaku sudah meminta Akyadi untuk mempertimbangkan tawaran jalan setapak itu.

Salah seorang penumpang KRL yang setiap hari melewati jalan Pepaya, Arizal, 20 tahun, bingung ketika mengetahui rencana tersebut. "Saya kan tinggal di Depan Margonda, kejauhan kalau saya mutar ke sana (UI)," katanya. Dia berharap PT KAI tidak jadi menuutup jalan itu. "Soalnya kalau ke stasiun semua pakai jalan ini," kata pelayan di sebuah Restoran di wilayah Kuningan Jakarta ini.

Pemilik toko serba ada di jalan Pepaya, Siti Aisyah, 29 tahun, mengaku bingung dengan PT KAI. Pada penggusuran kios di peron stasiun itu pada 29 Mei lalu, tiga tokonya sudah hancur, sekarang setelah dia berhasil mendapat sewa toko, PT KAI kembali mengancam. "Gila mungkin kereta ini," kata dia. Namun, Aisyah sedikit lega, karena telah mendengar informasi, warga sekitar menolak dan meminta dibuatkan gang setapak."Ini masih simpang siur, saya dengar mereka akan buat jalan setapak untuk mahasiswa."

Bagian Penjualan Tiket Stasiun UI, Budi Sutikno juga mengaku PT KAI sedang mempertimbangkan adanya penolakan warga itu. "Itu masih pro kontra," katanya. Menurut dia, hari ini KS Akyadi juga sedang mengikuti rapat bersama PT KAI untuk membicarakan permasalah itu. "Hari ini pak KS juga sedang membicarakan itu dalam rapat," kata dia.

Sampai saat ini, stasiun UI belum memasang pintu gate satu pun. Padahal, stasiun tersebut sudah kelihatan bersih, hanya saja tanah sisa kios yang dibongkar belum diratakan. Sementara, mahasiswa masih bisa mengakses jalan Pepaya menuju stasiun atau kampus UI, hanya saja loket di mulut jalan Pepaya sudah tidak ada.

Menurut, salah satu alasan gate itu belum dipasang adalah karena masih belum jelasnya akses Jalan Pepaya itu ditutup. "Gate-nya belom terpasang salah satunya karena itu," katanya. Dia juga menyangkan karena sampai saat ini hanya stasiun UI saja yang memakai tiket kertas. "Kita sih pengennya cepat supaya enggak pakai kertas lagi."

ILHAM TIRTA

Terhangat:
Penembakan Tito Kei
| Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah


Baca juga:

Geng Sopir Angkot 'The Doctor' Lakukan Pembunuhan

Ruhut Tantang PKS Keluar dari Koalisi

Lawan Belanda, Timnas Indonesia Latihan Perdana

Usai Kunjungan Priyo, Kalapas Sukamiskin Ditegur

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X