Bau Kotoran Ayam, Hilangkan dengan Alat Ini

Bau Kotoran Ayam, Hilangkan dengan Alat Ini

TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Malang - Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang menciptakan peralatan untuk menghilangkan bau menyengat kotoran unggas. Mereka menggunakan teknologi nano untuk menetralisir bau tak sedap.

Peralatan bernama Nanotech Freshap: Sistem Penyerap Amonia dan Hidrogen Sulfida. "Ketika praktikum selalu mencium bau menyengat dari kandang ayam," kata salah satu mahasiswa bernama Ferrianto Dyan Kwy, Rabu 5 Juni 2013.

Ferry kemudian membuat peralatan bersama Ani Atul Alif dan M. Rizatul Yunus. Mahasiswa Fakultas Peternakan ini menjelaskan jika kotoran unggas yang mengandung gas amonia dan hidrogen sulfida menimbulkan polusi udara.

Selain itu, kotoran ini bisa menurunkan bobot ayam dan menimbulkan dampak penyakit zoonosis. Nenotech Freshap ini mampu menyerap gas amonia dan hidrogen sulfida.

Nanotech Freshap yang masih berbentuk prototype ini dibuat dari serbuk zeolit dan Calcium Chloride atau garam. Komposisi bahan diukur dengan kertas filter ukuran 2.4 nano meter. Untuk penggunaannya, peralatan ini dapat diletakkan di samping atau pojok dinding kandang ayam.

Semakin banyak kandungan Amonia dan Hidrogen Sulfida mudah terserap. "Bahkan baunya bisa hilang hingga 80 persen," ujarnya. Setelah bau kotoran ayam menghilang, ayam atau unggas lainnya bisa lebih fokus makan. Sehingga produksi daging atau telor meningkat.

Berkat peralatan ini, ketiganya dihadiahi juara pertama Green Ilmy Competition atau Kompetisi Gagasan Tertulis Bidang Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang beberapa waktu lalu.

EKO WIDIANTO

Topik terhangat:
Penembakan Tito Kei
| Tarif Baru KRL | Kisruh KJS | PKS Membangkang | Fathanah

Berita lainnya:
Para Wanita ini Mengeluh Terlalu Cantik
Ronaldo Tak Perpanjang Kontrak di Madrid

Tiba di Indonesia, Heitinga: Sebuah Momen Khusus

Cara Van Persie Hilangkan Jenuh di Shangri La

Tak Ada Kerak Telur, Ahok Evaluasi Perda PRJ

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X