Gambar Soeharto Marak, Waspadai Kroni Orde Baru

Gambar Soeharto Marak, Waspadai Kroni Orde Baru

Partai Hanura Cabang Pati, Jawa Tengah, memasang baliho bergambar foto Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Harry Tanoe Soedibyo, berdampingan dengan foto bekas Presiden RI, Soeharto yang tersenyum sambil melampaikan tangan. TEMPO/Rofiuddin

TEMPO.CO , Solo:Kaos maupun stiker bergambar Soeharto tersenyum saat ini marak dijumpai. Bahkan, banyak politikus mulai memasang gambar Soeharto di spanduk. Koordinator Sekretariat Bersama Korban 65, Winarso menganggap perlunya mewaspadai fenomena itu. "Fenomena ini menunjukan bahwa kroni-kroni Orde Baru telah merampungkan konsolidasi," kata dia, Sabtu, 8 Juni 2013.

Kroni-kroni Orde Baru selama ini bersembunyi dan mengaku sebagai pendukung reformasi. Meski demikian, mereka masih terus berkonsolidasi sembari membaca kondisi politik. "Sekarang mereka berani muncul dan tampil sebagai pengagum Soeharto," kata Winarso.

Para kroni Orde Baru itu mencoba mempengaruhi masyarakat untuk ikut menjadi pengagum Presiden RI kedua itu. "Tidak heran, kaos dan stiker bergambar Soeharto mulai marak, terutama di Solo dan Yogyakarta," katanya.

Menurut Winarso, simpanan dana yang cukup besar mempermudah mereka menanamkan pengaruh. Apalagi, saat ini banyak masyarakat kecewa dengan kinerja pemerintah dalam menjalankan amanat reformasi. Kondisi tersebut membuat kroni Orde Baru semakin mudah mempengaruhi. "Mereka mengajak membandingkan kondisi saat ini dengan zaman Orde Baru," katanya.

Bagi para aktivis, kemunculan para pengagum Soeharto harus diwaspadai. "Mereka menjadi ancaman, terutama terhadap jutaan keluarga korban Orde Baru," katanya. Dia mengingatkan, rezim Orde Baru telah membunuh banyak orang yang dianggap pendukung PKI tanpa melalui pengadilan. (Baca: Kampung Soeharto di Malaysia)

AHMAD RAFIQ

Topik terhangat:Edsus: Aksi Alay | Penembakan Tito Kei | Tarif Baru KRL | Kisruh KJS | PKS Membangkang | Fathanah

Berita Terpopuler

Pemukulan Pramugari, Ini Kesaksian Penumpang
Pemukul Pramugari Minta Penangguhan Penahanan

Pramugari Sriwijaya Air Menangis Cerita Pemukulan





Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Prasaan Reformasi lebih busuk...bau bgt tikus2 pengrogot uang haji, uang kuburan, uang al-Qur'an, uang bansos, uang proyek, uang pendidikan, dll hedeh munafik loe..!
0
0
ga obyektif... kaya yang tau sejarah sesungguhnya aja Pak Winarso ini, kelakuan PKI juga telah membuat banyak jatuh korban nyawa dan materi buat musuh politiknya. lalu menurut Pak Winarso harusnya apa yang dilakukan pengganti Presiden Sukarno waktu itu ?????
0
0
Menghidupkan romantisme masa lalu sebagai solusi tidak lebih dari siasat dari elit yg mencoba memanipulasi kekecewaan rakyat terhadap realitas saat ini. Kepentingannya jelas, Pemilu 2014. Mereka pun sebenarnya tahu bahwa muskil untuk mewujudkannya, karena zaman sudah berubah dan sistem sudah berganti.
0
2
Menurut saya jaman Soeharto memang jauh lebih enak dibanding jaman sekarang. Jaman Soeharto itu SOEHARTONYA CUMA SATU... Jaman sekarang SOEHARTONYA RIBUAN!
0
0
Sebagian besar orang yang menjatuhkan Soeharto adalah orang2 dekatnya, yg sudah makan duit banyak tapi selalu berkata : " Atas petunjuk Bapak Presiden..."
Selanjutnya
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X