Ada Pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng

Ada Pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (kanan) bersama istrinya, Iriana melepas burung pipit sebagai tanda dibukanya Pameran Flona 2013 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, (7/6). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO , Jakarta:Kawasan Taman Lapangan Banteng meriah pada Ahad 9 Juni 2013. Ratusan warga Jakarta datang ke lapangan ini untuk menyaksikan pameran Flora dan Fauna yang digelar sejak Jumat 7 Juni 2013 dan akan berakhir pada 8 Juli 2013 mendatang.

Puluhan stan yang menjual aneka pepohonan baik buah maupun tanaman hias dan aneka hewan peliharaan hadir di pameran Flona 2013 itu.

Aneka bibit pohon buah seperti anggur brazil, jeruk bali, kelengkeng, hingga bermacam mangga dipajang.

Bahkan tak sedikit, pohon-pohon yang ditanam dengan sistem pot atau dikenal sebagai Tanbulampot ini sudah berbuah. Warnanya yang menggiurkan mengundang orang untuk memegannya.

"10 hari pertama biasanya pengunjung cuman lihat-lihat," kata Wildan, pemilik "Hesti Fruits Tani" yang khusus menyediakan bibit mangga dan tanaman buah lainnya. Memasuki pekan kedua baru menurut dia banyak yang belanja.

Bahkan menurut lelaki yang sudah ikut dipameran ini sejak tahun 90-an pembeli kadang minta dikirim ke luar pulau. "Pernah juga ada yang ke Prancis," katanya.

Tak hanya pohon buah, penggemar tanaman hias dimanjakan di pameran yang sudah ada sejak Pekan Raya Jakarta masih berdiri di monas, sekitar tahun 80-an. Ada anggrek, euforbia, juga bermacam mawar.

Tanaman obat seperti kumis kucing, mint, juga sambiloto juga ada. Bahkan stand mereka ramai dikunjungi. "Daun mint banyak dicari karena mudah dimanfaatkan," kata Andin, penjaga stand.

Bergeser ke arah timur Lapangan Banteng, anak-anak kecil tampak ramai. Mereka bermain kelinci-kelinci kecil yang dijual seharga Rp 100 ribuan per ekor.

Kawasan ini dikhususkan untuk hewan, mulai dari kelinci, hamster, hingga sigung. Penggemar reptil pun punya tempat. Ada stand yang menjual macam hewan melata seperti ular dan kadal.

Ada bocah yang masih takut untuk sekedar membelai kucing, ada yang gemas, bahkan ada yang merengek meminta kelinci. Suasana ramai dan guyub.

Riyan, salah seorang pengunjung, mengaku puas dengan pameran ini, meskipun bukan pencinta tanaman. "Sekalian mengenalkan flora-fauna ke anak-anak," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun unjuk gigi melalui salah satu program unggulannya yaitu kampung deret. Sebuah display kampung deret yang saat ini dibangun di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dipajang.

Keberadaannya mengundang rasa penasaran pengunjung. Mereka masuk ke display rumah tersebut. Seorang wanita penjaga stand menjelaskan konsep kampung deret.

Para pengunjung pameran tampak puas, anak-anak berlarian kesana-kemari. Ada yang jajan makanan khas betawi.

SYAILENDRA
Berita Lain:
KPU Jatim Diminta Tegas Soal Dualisme PK dan PPNUI

Jenazah Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan

Bahasa Alay Tidak Sepenuhnya Negatif

Balapan Sepeda 'Telanjang' Digelar di Meksiko

Sultan Hamengku Buwono X Mengenang Taufiq Kiemas

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X